Proyek Tol Semarang–Batang Terkendala Satu Rumah Sengketa

SEMARANG (Asatu.id) – Proyek Jalan Tol Semarang-Batang terancam tidak bisa difungsikan pada saat arus mudik Lebaran tahun ini. Saat ini masih ada satu unit rumah yang berdiri di atas sebidang tanah seluas 228 meter persegi di Kelurahan di Perum Wahyu Utomo, Kelurahan Tambak Aji, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang yang belum selesai proses ganti untungnya.

Rumah dan lahan tersebut diketahui milik Sri Urip Setyowati. Menurut pemilik, dirinya mengalami kendala karena surat atau sertifikat rumahnya ada masalah, sehingga BPN tidak mau memproses seperti lahan atau rumah milik para tetangganya.

Bahkan, menurut Sri Urip, dirinya mendengar uang ganti untungnya sudah dititipkan di Pengadilan Negeri Semarang sejak setahun lalu, tetapi tidak bisa dia ambil.

Manajer Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Semarang-Batang, Hadi Susanto, di Semarang, membenarkan jika uang ganti untung milik Sri Urii sudah ada di pengadilan. Namun proses konsinyasi lahan tersebut tidak kunjung tuntas.

Menurut Hadi Susanto, terdapat sengketa atas lahan yang berada di Jalan Wahyu Asri Utara VIII/ AA.36, Kelurahan Tambakaji tersebut.

“Bahkan BPN sudah mencabut hak kepemilikan atas tanah itu dan menyatakan lahan tersebut sebagai tanah negara,” katanya.

Ia mengungkapkan, panitia pengadaan tanah proyek tol ini juga sudah mengirimkan surat permohonan ke PN Semarang agar bisa mengeksekusi tanah tersebut. Tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan atas permohonan itu.

Ia menjelaskan masih ada waktu sekitar sebulan untuk menuntaskan pembebasan sebidang tanah itu agar pembangunan proyek tol ini tepat waktu.

“Paling tidak akhir Maret harus sudah bebas. Proses pembangunan agar bisa dibuka saat mudik nanti butuh dua bulan,” katanya. (udins)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *