Gedung Dinkes Semarang Dibongkar Total

SEMARANG (asatu.id) – Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang di Jalan Pandanaran Nomor 79 Semarang bakal dibongkar total, pasalnya, Pemerintah Kota Semarang berencana akan membangun gedung baru 10 lantai yang akan digunakan sebagai gedung parkir, puskesmas, dan kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Hal ini dilakukan lantaran persoalan kesemrawutan parkir di sepanjang Jalan Pandanaran, terutama di pusat oleh-oleh. Salah satu solusinya diperlukan gedung khusus sebagai kantong parkir. Meski begitu, Pemkot Semarang saat ini masih mencari sewa tempat untuk memindahkan aktivitas pelayanan Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Sekretaris Dinas Tata Ruang Kota Semarang, Irwansyah mengatakan bahwa akan rencana pembongkaran total Gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang masih digodok.

“Nanti gedung Dinas Kesehatan Kota Semarang dibongkar total, kemudian baru dilakukan pembangunan gedung baru,” ujarnya, Senin (5/3).

Irwansyah menambahkan, gedung 10 lantai tersebut nantinya digunakan sebagai gedung parkir, puskesmas, dan kantor Dinas Kesehatan Kota Semarang. Gedung parkir direncanakan akan menggunakan sebanyak lima lantai.

“Pembangunan ini menggunakan APBD Kota Semarang sistem kontrak tahun jamak atau multiyears 2018-2019. Nanti akan dilelang senilai kurang lebih Rp 85 miliar,” katanya.

Saat ini, pihaknya mengaku masih memelajari sistem kontraknya, termasuk meninjau ulang Detail Engineering Design (DED). Sedangkan untuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal), Ijin prinsip, dan lain-lain telah rampung.

“Kami masih diskusikan dengan ULP (Unit Layanan Pengadaan). Jangan sampai tahun ini dikerjakan tapi tahun selanjutnya tidak, itu kan malah berbahaya,” lanjutnya.

Setelah semua persiapan rampung, pihaknya segera melakukan proses lelang. Rencana proses lelang akan dilakukan akhir Maret dan ditargetkan Mei sudah mulai pembongkaran.

Mengenai konsep gedung baru, pihaknya belum bisa membeberkan secara detail. Namun yang jelas gedung tersebut memberi ruang besar untuk parkir. Tetapi gedung parkir tersebut masih konvensional. Artinya, bukan gedung parkir yang didesain menggunakan teknologi.

“Kami masih hitung kapasitas gedung tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, kata Irwansyah, pembangunan gedung menggunakan APBD Kota Semarang dengan sistem kontrak tahun jamak baru dilakukan pertama kali ini. Maka ini membutuhkan persiapan matang.

“Mengenai pembagian alokasi dana untuk dua tahun itu belum bisa diketahui,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *