Banjir dan Rob Lumpuhkan Perekonomian Masyarakat

SEMARANG (Asatu.id) – Banjir yang merendam kawasan Genuk, Kaligawe sebulan terakhir mengakibatkan banyak kerugian bagi masyarakat sekitar Genuk yang rumahnya tergenang banjir. Tidak hanya dari segi kesehatan tetapi juga dari segi perekonomian warga juga ikut terkena imbasnya.

Warga Genuk yang memiliki usaha dagang seperti warung-warung di pinggir jalan tutup dikarenakan banjir yang merendam selama sebulan terkakhir terhitung sejak awal Februari kemarin

Jejen Junaedi salah seorang pedagang bola sepak yang warungnya berada tepat di pinggir jalan Kaligawe menuturkan “Selama sebulan ini warung tempat jualan saya tutup, sepi pembeli karena banjir dan rob dari awal februari. Mungkin mereka malas untuk ke sini karena banjir,” ujarnya kepada asatu.id , Senin (5/3).

Jejen sudah berjualan di Genuk sekitar sepuluh tahun. Sebelumnya ia berjualan keliling dan pada tahun 2007 memutuskan untuk membuka toko di daerah Genuk, Kaligawe.

Sementara itu, Kusnadi yang memiliki warung makan tepat di pinggir jalan raya kaligawe mengalami hal serupa seperti Jejen, warungnya terpaksa tutup karena banjir dan rob.

“Warung makan terpaksa saya tutup karena air banjir dan rob masuk kedalam warung selama sebulan terkahir, ketinggian air sampai 50 cm. Setelah musim hujan selesai rencananya saya akan buka kembali dan merenovasi dengan meninggikan warung,” jelasnya.

Curah hujan yang tinggi dari awal februari, merupakan faktor utama penyebab banjir dan rob. Hal ini juga memberikan imbas lumpuhnya perekonomian warga. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *