Ini Alasan Mbak Ita Kirim Dua Perwakilan BPK2L ke Jepang

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu sekaligus Wakil Wali Kota Semarang menjelaskan alasan Jepang menjadi pilihan untuk kirimkan perwakilan belajar ke Jepang.

“Jepang merupakan piihan UNESCO, karena Jepang mempunyai sejarah dan pengalaman yang banyak terkait proses mitigasi bencana. Karena Jepang termasuk negara rawan bencana dan berpengalaman,” jelasnya.

Mbak Ita sapaan akrabnya menambahkan, di Jepang juga terjadi gempa bumi, pergeseran mendadak yang sampai meluluh lantahkan di daerah Jepang itu.

“Kami berharap mereka juga bisa membantu membagikan pengalaman demi pengembangan Kawasan Kota Lama ini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, secara bersamaan dilakukan proses perbaikan drainase dan struktur jalan oleh Kementrian PUPR dengan dana dari APBN senilai Rp 165 miliar, juga masih dilakukan proses pengisian formulir untuk mendaftarkan Kota Lama sebagai warisan sejarah dunia.

“Sekarang ini, kita sambil beriringan ada pembangunan dari Kementrian PUPR di Kota Lama itu sendiri.

Mbak Ita menuturkan, kebetulan pada saat bulan Agustus-September pihaknya harus menyelesaikan draft administrasi dossierse (formulir pendaftaran) sehingga finalnya dapat diserahkan bulan November ke Unesco Perancis.

“Kalau utusan perwakilan kemungkinan akan berangkat ke Jepang setelah lebaran, sekitar bulan Juni-Juli,” pungkasnya. (is)

 

 

 

27

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan