Banyak Penghuni Rusun Kaligawe Punya Mobil

SEMARANG (Asatu.id) – Beberapa penghuni rumah susun (Rusun) Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, diyakini sudah tidak layak menempati hunian tersebut, karena secara ekonomi sudah berubah dan mampu membeli hunian di luar rusun.

Terbukti, setiap hari ada beberapa mobil yang terparkir di tempat itu. Mobil tersebut diketahui milik beberapa warga penghuni.

Di Rusun Kaligawe, ada ribuan warga yang menghuni tujuh blok. Tujuan pemkot membangun rusun diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Lurah Kaligawe, Usman Budi Raharjo mengatakan, dirinya hampir setiap hari melihat beberapa mobil yang terparkir, di antaranya merek Ayla warna putih, jenis sedan warna hitam dan merah, terparkir di halaman rusun.

“Saya lihat ada mobil itu di halaman rusun setiap hari. Kan kantor Kelurahan di depan rusun,” kata Usman.

Selain karena kantor Kelurahan Kaligawe yang satu lokasi dengan Rusun Kaligawe, Usman juga sering mendatangi warga di rusun untuk membagikan KTP elektronik (e-KTP) penghuni rusun yang sudah terdaftar sebagai warga Kaligawe.

“Jadi saya tahu kalau beberapa penghuni itu memiliki mobil,” jelasnya.

Beberapa mobil terparkir di tengah antara satu blok rusun dengan blok lainnya. Ada tujuh blok di rusun Kaligawe tersebut. Setiap blok, rata-rata terdiri dari 80-95 unit yang dihuni keluarga.

Kepala Dinas Pertamanan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Muthohar, mengimbau kepada warga yang menempati rumah susun (Rusun) tetapi ekonominya sudah membaik atau sudah mampu untuk segera pindah.

Sebab tujuan Pemkot Semarang membangun rusun di beberapa lokasi untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi warga kurang mampu atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Warga yang tinggal di rusun bersifat sementara atau tidak tetap. Manakala ekonominya sudah membaik, maka warga itu harus pindah dari rusun,” kata Muthohar. (udins)

26

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan