Kepala Sekolah SMAN 1 Semarang Disomasi

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala SMA Negeri 1 Semarang Endang Suyatmi disomasi setelah kedapatan mengeluarkan dua siswanya, masing-masing AN dan AF, menjelang pelaksanaan ujian nasional (UN). Somasi dilayangkan Tim Advokasi Peduli Anak sebagai kuasa hukum kedua siswa tersebut.

Kasus pemecatan dua siswa SMA favorit di Semarang yang terjadi pada 6 Februari 2018. AN dan AF adalah aktivis OSIS periode 2016-2017.

Menurut Kuasa Hukum siswa, Listyani W, somasi dilayangkan kepada Kepala SMAN 1 Semarang, Endang Suyatmi, karena menilai tindakan sekolah dengan mengeluarkan dua siswanya telah melanggar undang-undang.

“Somasi sudah kami layangkan. Karena sekolah telah melanggar Undang Undang Perlindungan Anak, termasuk Permendikbud Nomor 18 Tahun 2015, karena telah mengeluarkan klien kami secara sepihak,” ujarnya, Jumat (2/3).

Tindakan Kepala SMAN 1, kata Listyani, telah melanggar hak pendidikan peserta didik karena mengeluarkan siswa tanpa didahului teguran lisan maupun tertulis yang edukatif atas dugaan pelanggaran yang dilakukan.

“Tapi untuk kasus ini, pihak sekolah cenderung mengintimidasi, mengadu domba sampai memindahkan kedua siswanya ke sekolah lain tanpa persetujuan orangtuanya,” paparnya.

Listyani mendesak sekolah untuk bisa mengikutsertakan AN dan AF dalam Ujian Nasional di sekolahnya. Sebab pendaftaran ujian nasional telah dimulai pada bulan ini.

Dengan somasi itu, ia mendesak kepala sekolah untuk mencabut surat drop out kepada keduanya. Sekolah juga dituntut untuk mengembalikan harkat dan kehormatan keduanya.

“Jika diabaikan, kami akan melakukan tindakan hukum lebih lanjut berupa pidana maupun perdata. Sebab, AN maupun AF telah mendapat tekanan dari sekolahnya. Mereka dipindahkan dari sekolah lain secara paksa,” jelasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *