Izin Penyiaran akan Diberlakukan via Online

SEMARANG (Asatu.id) – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah akan memberlakukan proses perizinan bagi lembaga penyiaran secara online. Saat ini, sistem online masih dalam tahap penyempurnaan sistem dan tahap uji coba.

Sesuai aturan, yakni Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika Nomor 18/2016 tentang Persyaratan dan Tata Cara Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran, dengan sisitem online, Lembaga penyiaran tak perlu lagi rekomendasi dari Dinas Perhubungan atau Dinas Kominfo setempat untuk mendapatkan izin penyiaran.

Wakil Ketua KPID Jawa Tengah, Asep Cuwantoro mengatakan, jika nanti proses perizinan online sudah berjalan maka lembaga penyiaran  tak perlu lagi mengirim berkas fisik ke KPID. Lembaga penyiaran cukup mengisi formulir pemohon secara online.

“KPID akan tetap hati-hati memberikan rekomendasi izin. Jangan sampai izin radio jatuh ke pengelola radio yang tak profesional,” katanya,” ujarnya, Jumat (2/3).

Nantinya, KPID akan memberikan id kepada lembaga penyiaran masing-masing. “Antar LP tidak bisa saling membuka id karena id berlaku masing-masing. KPID bisa membuka id permohonan LP se-Jateng,” imbuhnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran (SIMP3), Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Hari Purnomo mengatakan, dengan sistem online dalam proses perizinan di era digital saat ini, akan membuat perizinan bisa lebih mudah, terukur dan transparan.

“Tak hanya itu, proses pembayaran izin juga terintegrasi langsung secara host to host dengan bank. Sehingga interaksi pemohon dengan petugas bisa diminimalisir dan mencegah terjadinya KKN,” tambahnya.

Hari mengatakan, permohonan izin bisa dilakukan melalui alamat situs : http://e-penyiaran.kominfo.go.id/. Jika ada pertanyaan, Kominfo menyediakan Call Center di  No. telp: 159 dan email : layanan_penyiaran@mail.kominfo.go.id. (is)

 

 

 

34

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan