Keroncong Bukan Hanya Musiknya Para Orang Tua

SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang telah menggelar pementasan Waroeng Kerontjong di Taman Nada, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Rabu (28/2) malam. Pementasan ini menampilkan grup musik keroncong Gita Mahardika besutan musisi keroncong senior Tri Haryanto yang dikolaborasikan dengan musisi-musisi keroncong Semarang.

Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Arief Tri Laksono mengatakan hal ini adalah suatu upaya Disbudpar Kota Semarang dalam menguri-uri budaya Jawa menggandeng para pelaku budaya khususnya musisi keroncong.

“Para peminat musik keroncong saat ini semakin lama semakin berkurang khususnya untuk generasi muda. Ini suatu tantangan bagi kami supaya musik keroncong dapat dikenal bagi generasi muda. Kami mencoba mengemas musik keroncong ini agar bisa diterima oleh siapa saja, karena keroncong tidak identik dengan orang tua saja namun anak muda pun bisa menikmati,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Arief, musik keroncong perlu dikemas menarik dengan cara mengkolaborasikan dengan musik pop, barat dan banyak lagi. Sehingga musik keroncong dapat terus eksis, dan diharapkan banyak pelaku keroncong dari generasi muda. Karena musik keroncong merupakan musik budaya nusantara yang perlu dilestarikan.

“Ini juga salah satu cara kami dengan memfasilitasi dan memberikan kesempatan bagi pelaku musik keroncong untuk bisa mengeksplore lagi ke kalangan masyarakat luas khususnya anak muda,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Atraksi Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Herry Supriyono menambahkan bahwa ada banyak agenda kegiatan yang akan digelar pada bulan Maret ini yang sudah disiapkan Disbudpar Kota Semarang dari bidang Kebudayaan. Tidak hanya pementasan musik keroncong saja namun ada pula pementasan wayang orang,  pementasan wayang kulit, pertunjukan reog dan barongan, ketoprak dan banyak lagi.

“Agenda kegiatan ini sifatnya mentradisi, dan diadakan di pelosok-pelosok daerah di Kota Semarang seperti di kelurahan-kelurahan. Karena diharapkan dapat mendekatkan diri dengan masyarakat melalui kebudayaan tradisi dan menggali unsur kearifan lokal,” tandasnya.

Dalam acara ini, dihadiri pula Lurah Brumbungan, Camat Semarang Selatan, Komunitas Keroncong dan warga sekitar. Selain itu, diadakan pembagian doorprize di pertengahan dan di akhir acara bagi pengunjung yang datang. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *