Dianggap Kurang Layak, PKL Kaligawe Tolak Lahan Relokasi

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 125 pedagang kaki lima (PKL) Kaligawe, Kecamatan Genuk menolak lahan relokasi yang ditawarkan Dinas Perdagangan Kota Semarang. Para PKL menganggap lahan baru yang ditawarkan kurang layak dan belum siap untuk ditempati. Di samping itu, di lahan yang baru para PKL tidak yakin dagangannya akan laku, karena kondisi lingkungannya masih sepi.

Sikap penolakan itu terungkap dalam acara sosialisasi antara para PKL dengan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, yang berlangsung di halaman kantor Kelurahan Kaligawe, Kamis (1/3).

Hadir dalam acara itu, selain Kepala Dinas Perdagangan, juga Lurah Kaligawe Usman Budi Raharja, wakil dari Kecamatan Genuk, Babinsa, Babinkamtibmas, dan perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

Sejak acara dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto, para PKL sudah menampakkan sikap penolakannya. Di hadapan para PKL, awalnya Fajar menjelaskan, para PKL harus pindah karena bantaran sungai yang selama ini mereka tempati akan dibongkar sebagai konsekuensi dari proyek normalisasi Banjir Kanal Timur.

“Ini tugas Dinas Perdagangan, harus menyiapkan lahan pengganti. Setelah kami cari lokasi akhirnya kami menemukan lahan alternatif dekat rumah Kyai Sodik, sebelah timur kantor kelurahan. Lahan itu yang paling memungkinkan. Mulai hari ini (Kamis 1/3) akan kami ratakan dan segera bisa ditempati,” kata Fajar.

Namun para PKL justru bersautan menolak penjelasan Fajar Purwoto. Mereka menilai lahan itu terlalu sempit, sepi, dan jalannya tidak layak.

Joko, salah satu pedagang menjelaskan, lahan yang ditawarkan Pemkot, dalam hal ini Dinas Perdagangan, sangat tidak layak. Dari sisi keamanan juga belum tentu terjami. Setiap musim hujan juga banjir.

“Sepi sekali pak, dari sisi keamanan belum terjamin. Siapa yang mau datang ke sana. Paling ya setan, genderuwo dan wedus yang ada. Kalau hujan juga banjir,” tutur penjual air isi ulang itu.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Suyadi. Penjual kayu itu meminta Dinas Perdagangan berpikir ulang untuk menempatkan PKL di lahan yang baru. Bahkan Suyadi yakin Dinas Perdagangan masih punya anggarapan untuk membangun lahan baru yang sangat layak bagi PKL Kaligawe.

“Pasti ada anggarannya pak, saya yakin. Coba cari alternatif lagi agar kami bisa berjualan dengan tenang. Beri kami waktu untuk berkemas-kemas sambil dicarikan lahan baru yang lebih baik. Jangan tekan kami dengan suara yang keras, karena kami juga bisa lebih keras,” kata Suyadi yang mengeluhkan suara salah saeorang perangkat Kecamatan Genuk yang dinilai sangat keras ketika memberi penjelasan.

Lahan baru yang disiapkan Dinas Perdagangan, diperkirakan bisa menampung 84 PKL. Sisanya akan dicarikan alternatif lain, atau diatur secara bergantian waktu berjualannya. Namun para PKL tetap menolak penjelasan Kepala Dinas Perdagangan. (udins)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *