Lurah Kaligawe Kaget PKL Kaligawe Mengaku Bayar Retribusi untuk Kelurahan

SEMARANG (Asatu.id) – Lurah Kaligawe, Kecamatan Genuk, Usman Budi Raharjo merasa kaget ketika para PKL Kaligawe mengungkapkan adanya oknum yang tiap hari meminta retribusi kepada pedagang dan disetorkan ke kas kelurahan.

Pengakuan pedagang itu terungkap dalam acara sosialisasi para PKL Kaligawe dengan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Kamis (1/3). Hadir dalam acara yang berlangsung di halaman Kelurahan Kaligawe itu Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto, Lurah Kaligawe Usman Budi Raharja, wakil dari Kecamatan Genuk, Babinsa, Babinkamtibmas, dan perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana.

Dalam acara itu, para pedagang mengungkapkan sikap penolakannya untuk dipindah di lahan baru yang sudah disediakan Pemkot, dalam hal ini Dinas Perdagangan. Lahan baru yang lokasinya masih di wilayah Kaligawe itu menurut para PKL dinilai kurang layak dan tidak siap untuk ditempati.

“Kami akui selama ini menempati lahan yang dilarang. Tapi yang perlu diketahui, selama kami berjualan juga tidak gratisan. Kami beli lahan, dan setiap hari ditarik retribusi oleh oknum yang mengaku setor ke kas kelurahan,” ujar Joko, salah satu pedagang.

Mendengar pengakuan itu, Kepala Dinas Perdagangan Fajar Purwoto menunjukkan raut kagetnya dan segera menanyakan kepada Lurah Kaligawe, Usman Budi Raharjo. Ternyata Usman juga merasa kaget dengan pengakuan pedagang tersebut. Sebab dirinya selama ini tidak pernah memerintahkan anak buahnya menarik retribusi dari pedagang.

“Setiap hari kami membayar Rp 1000. Kadang kami juga tidak ditarik, tapi setelah beberapa hari harus bayar dobel. Besarnnya tidak pasti, tapi kami memang membayar,” kata pedagang yang lain.

Menanggapi pengakuan pedagang tadi, Kepala Dinas Perdagangan, Fajar Purwoto meminta para pedagang bisa melaporkan ulah oknum tersebut. Namujn para pedagang yang mendengar penjelasan Fajar  justru saling menatap dan tersenyum.

“Itu salah karena tidak resmi. Laporkan saja biar sekalian dipenjara,” jelas Fajar. (udins)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *