KSPI : Sudirman Said Diharap Bisa Sejahterakan Buruh

SEMARANG (asatu.id) – Anggota DPD Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Jawa Tengah, Zaenudin mengatakan Pemerintah Provinsi dibawah Ganjar Pranowo gagal mensejahterakan buruh. Hal tersebut dikatakannya dalam diskusi buruh di markas perjuangan Sudirman Said-Ida Fauziyah, Rabu (28/2).

Menurut Zainuddin, kedepan pemerintah perlu tegas untuk berkomitmen soal kesejahteraan buruh di Jateng. Dari sisi upah, misalnya kata Zainudin, angka Upah Minimum Provinsi di Jateng sendiri masih  kalah jauh jika dibandingkan dengan provinsi lainnya.

Pihaknya berharap, Pak Sudirman Said yang memiliki konsep detail tentang kesejahteraan buruh ini bisa terealisasi, petani juga terjamin kesejahteraannya.

“Saat ini, buruh di Jateng masih tertindas secara terstruktur dan masif, Pemerintah Provinsi dibawah Ganjar Pranowo gagal mensejahterakan buruh, padahal buruh sangat berperan dalam menyukseskan pembangunan. Yang membuat kaya pemerintah itu ya kaum buruh,” ujarnya.

Salah satu persoalan kesejahteraan buruh di Jateng saat ini, kata Zainudin, adalah regulasi pemerintah yang tidak jelas.

“Misalnya untuk perumahan buruh saja, Pemprov akan menggunakan dana BPJS, ya kita tolak, harusnya menggunakan dana CSR perusahaan yang banyak dan pengelolaannya saat ini terkesan amburadul,” jelasnya.

Sementara, Aulia Hakim dari FSPMI Jateng menilai kondisi buruh di Jateng sangat memprihatinkan padahal buruh memiliki peran signifikan dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Bulan Januari 2018, Forbes mengeluarkan data orang kaya di dunia, salah satunya yang terkaya adalah Michael Robert Hartono pemilik Djarum di Kudus, dengan kekayaan mencapai Rp 201 Triliun, namun mengapa justru upah buruh di Jateng sangat kecil,” terangnya.

Secara terpisah, Calon Gubernur nomor urut 2 Jateng Sudirman Said  berjanji jika rakyat Jawa Tengah memberi kepercayaan kepada dirinya, maka dia akan menjadi gubernurnya orang miskin.

Untuk merumuskan kesejahteraan buruh, Sudirman-Ida bahkan merumuskannya dalam 22 janji kerja. Sudirman menuturkan 22 janji kerja yang dipaparkan tersebut kemiskinan akan turun, lapangan kerja akan tercipta. Janji kerja tersebut merupakan niat dari pasangan nomor urut dua.

“22 program kerja itu merupakan wujud kesungguhan kami dalam bekerja saat menjadi Gubernur Jateng. Kalau yang bawah terangkat, yang tengah dan atas juga akan terangkat. Jadi dengan mengangkat masyarakat bawah dengan sendirinya yang atas ikut terangkat. Sehingga yang tengah dan atas tidak perlu khawatir jika saya menjadi gubernurnya orang miskin,” tambahnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *