Bapenda Semarang Optimalkan Pendapatan Retribusi OPD

Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana (Vedyana Ardyansah/asatu.id)

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Yudi Mardiana membenarkan jika nilai PBB tahun 2018 telah diputuskan oleh Walikota Semarang, Hendi untuk diturunkan hingga 40% dari nilai PBB 2018 semula, Selasa (27/2).

Yudi menuturkan jika keputusan tersebut diambil Hendi berdasarkan aspirasi masyarakat yang merasa terbebani atas besarnya nilai PBB Kota Semarang di tahun 2018. Meskipun nilai PBB Kota Semarang 2018 dikoreksi oleh Hendi, Yudi meyakinkan jika target pendapat daerah Kota Semarang tetap dapat diupayakan agar tercapai.

“Sesuai arahan pak Wali, kita upayakan skema lain, misalnya dengan melakukan optimalisasi pendapatan retribusi yang ada di 16 OPD, maka dari itu pada hari ini kita langsung lakukan FGD sebagai salah satu upaya konkritnya,” tandasnya.

Yudi mengakui penurunan PBB berpengaruh terhadap pendapatan di bidang pajak dan retribusi. Misalnya pendapatan pajak parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang yang semula Rp 4 miliar kini menjadi Rp 16 miliar targetnya di tahun 2018.

“Pengaruh ada, tapi kita bisa cari solusi lain. Kita jangan diam disana. Kalau di sana saja, kita nggak kreatif harus cari solusinya. Ini nanti, Dishub kan belum pernah tercapai. Mudah-mudahan dengan adanya ini, nanti target Rp 16 miliar bisa tercapai. Kita harus cari penutup, cari gantinya karena ini sudah di APBD, pendapatan,” ujarnya.

Yudi menambahkan, selain pendapatan pajak di sektor parkir dibawah Dishub Kota Semarang, upaya penggenjotan pendapatan sektor pajak dan retribusi juga akan dilakukan di sektor hiburan, restauran dan sejenisnya.

“Hotel, restauran itu kan jelas yah. Tempat ada, dia nggak mungkin lari. Reklame itu insidentil langsung lari. hotel restauran pasti ada. Kita optimalkan pendataan, aturanya itu sudah jelas 10 persen. Mungkin sistemnya yang kita perjelas, sistem IT agar mengurangi kebocoran dan itu sudah berjalan. Kalau target untuk hotel, restauran dan lainya tahun 2018 ini sekitar Rp 135 miliar,” tandasnya.

50

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *