Sekda Provinsi Jateng: Kebijakan SMAN 1 Semarang Bisa Dikoreksi Jika Keliru

SEMARANG (Asatu.id) – Keputusan SMA Negeri 1 Semarang yang mengeluarkan dua siswanya, AN dan A,  lantaran melakukan tindakan kekerasan saat latihan dasar kepemimpinan (LDK) mendapat tanggapan dari Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono.

Menurut Sri Puryono, kebijakan kepala sekolah untuk mengeluarkan dua siswa tentu berdasarkan pertimbangan yang matang. “Kebijakan itu bisa dikoreksi jika memang keliru. Jika siswa sudah telanjur dikeluarkan, harus berdasarkan bukti dan fakta yang kuat,” katanya, di Semarang, Selasa (27/2).

Sekda berharap pihak SMA N 1 Semarang tidak gegabah dengan keputusan yang telah diambilnya. Apalagi, dua siswa yang dikeluarkan mengajukan keberatan dan melaporkan kasus ini ke Ombudsman Jateng.

Menurut Sri Puryono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng sudah diminta untuk tidak menghapus harapan dan masa depan dua siswa yang dikeluarkan tersebut. Di sisi lain, ia mendukung adanya tindakan tegas yang dilakukan pihak sekolah terhadap siswanya yang terindikasi melakukan pelanggaran berat.

“Kadiknas telah memberikan solusi kasus ini. Dua siswa yang dikeluarkan direkomendasikan untuk pindah ke SMA 11 dan SMA 13,” papar Sri Puryono.

Sekda menilai keputusan yang ditempuh kepada SMA N 1 Semarang bisa menjadi peringatan bagi siswa-siswa yang ingin coba-coba melakukan pelanggaran peraturan sekolah. “Biar menjadi efek jera. Tapi, saya tidak bisa menyimpulkan karena detailnya saya tidak mengerti. Bergantung pada bukti dan fakta. Kalau bukti lemah, kita tidak akan segan merevisi. Tapi kalau itu benar, saya yang akan back up,” ujar Sekda.

Seperti diberitakan, dua siswa SMA Negeri 1 Semarang berinisial AN dan AF dikeluarkan dari sekolah karena tuduhan menganiaya junior saat pelaksanaan kegiatan latihan dasar kepemimpinan. Sebagai pengurus OSIS, siswa kelas XII MIPA 11 tersebut ikut menangani kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) yang berlangsung pada November 2017, bersama AF. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *