Dinsos Kesulitan Tertibkan Anjal dan PGOT

SEMARANG (Asatu.id) –  Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Yarmawan Said mengatakan permasalahan anak jalanan (anjal), pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) hingga  saat ini masih belum terselesaikan, meskipun sudah seringkali dilakukan penertiban, Selasa (27/2).

“Anjal dan PGOT tidak kapok dan selalu kembali lagi ke jalanan, padahal sudah kami tertibkan. Kami sudah berusaha maksimal mengatasi permasalahan penyakit sosial ini,” ujar Tommy Yarmawan Said.

Tommy Yarmawan menjelaskan, pihaknya sudah seringkali melakukan operasi gabungan, namun hingga saat ini anjal dan PGOT masih ada di jalanan.

“Kami sudah bertindak tegas dengan membawa anjal serta PGOT itu ke panti rehabilitasi sosial. Setelah dibina, mereka wajib lapor kepada petugas,” katanya.

Namun, lanjut dia, banyak diantara mereka bahkan orang tua Anjal yang tidak peduli dan kembali memerintahkan anaknya bekerja di jalanan dengan cara jualan koran, mengemis, mengamen dan sebagainya.

“Meski saat ini Pemkot Semarang sudah memiliki peraturan daerah (Perda) khusus mengenai anjal dan PGOT, namun Perda itu belum bisa dilaksanakan secara maksimal,” ungkapnya.

Tomy menambahkan, untuk anjal dan PGOT sudah dilakukan tindakan sebatas razia, sementara kepada pemberi, dalam perda itu diancam pidana, namun dia mengaku belum diterapkan.

“Untuk menuntaskan persoalan anjal dan PGOT memang harus dilakukan dengan kerjasama semua pihak khususnya masyarakat pengguna jalan. Kami imbau kepada masyarakat agar tidak memberikan apapun kepada anjal dan PGOT di jalanan. Lebih baik disalurkan melalui lembaga-lembaga yang sudah terpercaya,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *