Sambangi Garasi PO Nusantara, Ganjar: Bus Ujung Tombak Transpotasi Massal

SEMARANG (Asatu.id) – Calon Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, bus adalah ujung tombak dalam program transportasi massal, selain kereta. Tansportasi massal menjadi salah satu program yang menjadi prioritas Jawa Tengah ke depan.

Untuk menggagas hal itu, Ganjar pun didampingi istrinya Siti Atikoh Supriyanti mengunjungi garasi PO Nusantara di Karanganyar, Demak, Senin (26/2).

Di sana, dirinya pun melihat proyek pesanan bus Trans Jakarta sebanyak 100 unit sedang dikerjakan para pekerja.

“Ternyata bus-bus yang diproduksi di sini pesanan dari Jakarta. Ada 100 unit bus Trans Jakarta yang dibuat di sini. Kita harus bangga, Jawa Tengah tetap dipercaya dalam industri karoseri,” ungkapnya.

Ganjar mengapresiasi inovasi desain bus dari PO Bus Nusantara. Salah satunya, dia menyebut desain bus tingkat atau sering disebut double decker di Kota Solo, merupakan karya PO Bus Nusantara.

Ganjar menerangkan, di periode pertamanya, pemprov sudah meluncurkan Trans Jateng. Sebuah program bus aglomerasi antar kota yang menyasar buruh dan pelajar dengan koridor Stasiun Tawang-Terminal Bawen. Tarif bus Trans Jateng jauh dekat Rp 3000 untuk umum dan Rp 1000 untuk pelajar.

“Kita evaluasi dulu kalau ya akan dikembangkan di koridor lain atau kabupaten lain karena ternyata masyarakat butuh transportasi murah, mudah, dan nyaman,” imbuhnya.

Politisi PDIP itu sempat menyinggung program bus sekolah. Dia masih menghitung-hitung dan membuat konsep transportasi yang pas bagi pelajar.

“Bagaimana bus-bus ini menjadi transportaso favorit para pelajar dan mahasiswa, daripada mereka naik kendaraan pribadi yang mahal dan menambah kemacetan jalan,” tukasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *