Korban Banjir Genuk Harapkan Bantuan

SEMARANG (Asatu.id) – Banjir yang melanda beberapa wilayah di Kecamatan Genuk hampir sebulan ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Mereka kesulitan bekerja karena kondisi rumahnya yang tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.

“Saya sering tidak berangkat kerja karena rumah terendam air. Tempat kerja saya di Terminal Terboyo juga terendam. Akhirnya kami kehabisan uang dan mengandalkan bantuan dari luar,” kata Solikhin, pengayuh becak yang tinggal di Kelurahan Genuksari, Kecamatan Genuk,

Keluhan yang sama juga dilotarkan Suyatmi, pekerja serabutan yang tinggal di Kelurahan Terboyo Wetan. Dia mengaku uang tabungannya habis untuk kebutuhan makan sehari-hari selama berada di rumah yang dikepung banjir.

“Kami butuh bantuan makanan untuk bertahan hidup di tengah banjir. Uang pribadi ada tetapi habis juga untuk kebutuhan makan sehari-hari. Sementara pemasukan tidak ada karena saya tidak bisa berangkat kerja,” kata Suyatmi.

Menurut Camat Genuk, Ali Muchtar, selama ini banyak bantuan untuk korban banjir yang diberikan berbagai kalangan swasta maupun pemerintah. Bantuan tersebut berupa sembako dan pengobatan gratis.

Dari seluruh bantuan yang ada, sebagian diberikan melalui posko penanganan bencana banjir di Kecamatan dan sebagian lagi diberikan langsung ke kelurahan-kelurahan yang terdampak banjir.

“Bantuan yang mendesak saat ini yaitu sembako dan pengobatan. Karena warga banyak yang kesulitan bekerja dan mereka sudah lama terendam banjir sehingga banyak yang terserang penyakit. Sedangkan kebutuhan air bersih, sejauh ini masih bisa tertangani,” ungkapnya.

Untuk pengobatan gratis, lanjutnya, juga sudah ada bantuan dari pihak RSUD Kota Semarang dan beberapa Puskesmas. Mereka secara bergantian mendatangi warga di beberapa kelurahan yang terkena penyakit mulai dari gatal-gatal hingga diare.

“Kami berharap banjir segera kering. Sehingga kehidupan warga bisa berjalan normal lagi. Dan juga pelayanan di beberapa Kelurahan juga bisa jalan lagi,” harapnya. (udins)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *