Harga Beras Berangsur Turun

SEMARANG (Asatu.id) – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang, berangsur-angsur turun. Penurunannya mencapai Rp 1.000 per kilogram.

Saat ini, harga beras premium di wilayah ini mencapai Rp 11 ribu per kilogram. Sulistyawati (45), pedagang beras asal Pasar Dargo menuturkan, penurunan harga beras ini sudah dua kali sejak dua pekan terakhir. Turunnya, masing-masing Rp 500 per kilogram.

“Alhamdulillah, harga sudah turun. Meskipun, belum signifikan,” ujar Idayani kepada Asatu.id, Senin (26/2).

Menurut Sulistyawati, saat harga beras mahal, penjualannya mengalami penurunan. Biasanya, pelanggan membeli beras minimal 10 kg. Pembeliannya kemudian beralih ke satuan liter.

Kondisi ini juga membuat keuntungan pedagang tipis. Sebab, kata Sulistyawati jika pedagang mengambil untung besar, maka harga akan semakin tinggi. Pembeli akan mengeluh. Dengan begitu, pedagang hanya bisa mengambil selisih untung antara Rp 200-Rp 500 per kilogram.

“Kalau harga mahal, kita tidak bisa mencari untung. Sangat tipis antara modal dan keuntungan yang diperoleh,” pungkasnya. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *