Geoff Heran Masyarakat Indonesia Gandrung Pendidikan Luar Negeri

SEMARANG (Asatu.id) – Universitas Islam Sultan Agung Semarang mengadakan seminar dengan tema “Ideologi Modern”. Sejumlah fakta tentang pertarungan ideologi di Barat dan akibat-akibat yang ditimbulkan dalam pendidikan dan kehidupan.

Seminar ini menghadirkan narasumber Geoff Fox budayawan asal Australia. Dalam seminarnya Geoff menuturkan sejumlah ideologi yang lahir dan berkembang di Barat. Fminisme sebagai contoh, telah menciptakan keruwetan tersendiri dalam pendidikan dan kehidupan.

“Salah satu yang dirasakan sendiri oleh pembicara adalah melunturnya nilai-nilai keluarga dan semakin hilangnya nilai kebersamaan,” ujarnya (26/2).

Tingkat stress dan angka statistik bunuh diri di wilayah-wilayah berperadaban Barat sangat tinggi dibandingkan di negara-negara Asia seperti Indonesia.

Ia lantas mengajukan sebuah pertanyaan retoris, apakah dengan kondisi semacam itu maka Barat menjadi tempat yang kondusif untuk menuntut ilmu. Baginya, situasi dan kondisi di Indonesia lebih memungkinkan untuk menciptakan suasana keilmuan yang baik.

Geoff mengaku heran ketika masyarakat Timur justru gandrung dengan model-model pendidikan atau bahkan berupaya keras agar bisa kuliah di luar negeri. “Seharusnya yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia adalah melakukan akselerasi peningkatan mutu pendidikan dalam negeri,” jelasnya.

Situasi dan kondisi dalam negeri Indonesia dengan keanekaragaman dan tingkat toleransi yang dimiliki, menurut pengamatan pembicara, lebih memiliki peluang besar untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *