Grebeg Jatiwayang, Gali Spirit Budaya Kampung

SEMARANG (Asatu.id) – Warga Kampung Jatiwayang, Kelurahan Ngemplak, Simongan bersiap menggelar helatan Grebeg Jatiwayang di kampung mereka pada bulan Agustus mendatang. Namun untuk menuju kegiatan tersebut, Karang Taruna RW 03 telah mempersiapkannya dari sekarang, Sabtu (24/2).

Ketua Karang Taruna RW 03, Afik Dilan Christanto, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menyiapkan kelompok remaja sebagai ujung tombak acara. Kegiatan bertajuk ‘Basa Ibu Ora Wagu’ yang digelar pekan lalu, merupakan bagian dari pertunjukan utama mendatang.

“Acaranya masih nanti pada Agustus. Namun kami siapkan mulai sekarang. Tujuan acara ini memang untuk mengenali kampung kami sendiri. Jadi remaja sebagai generasi penerus dapat lebih bangga terhadap kampungnya,” katanya kepada Asatu.id.

Afik menambahkan, dalam proses persiapan acara, remaja akan diajak menggali sejarah kampung. Bagi dia, riset sejarah kampung bisa membuat remaja mengerti cerita sesepuh di kampungnya. Dengan demikian, lanjutnya, remaja dapat menjaga spirit warga kampung lebih mendalam.

“Sementara ini yang ada hanya cerita lisan oleh sesepuh kampung. Sedangkan nama Jatiwayang sendiri, masih perlu kami gali sejarahnya, dan kami tuliskan. Itu yang penting, ada warisan yang bisa diterima generasi penerus kami nanti,” ungkapnya.

Afik mengatakan, selain riset sejarah kampung, pihaknya juga akan menggelar beberapa pelatihan untuk remaja dan anak-anak. Menurut dia, pelatihan yang dibuat nantinya berdasarkan pada kebutuhan warga.

Tujuannya, lanjut Afik, hasil pelatihannya untuk memeriahkan gelaran Grebeg Jatiwayang mendatang. Untuk itu dia berharap dapat bekerja sama dengan banyak komunitas dan pelaku kesenian di Semarang.

“Jadi nanti, workshopnya bisa beragam. Dan kami ingin mengajak beberapa komunitas atau pelaku kesenian di Semarang. Semoga bisa lancar,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 03, Andriyan Adi Suryana mengatakan, kegiatan tersebut sangat didukung upaya remaja dalam mengenal kembali kebudayaan mereka. Meskipun ranahnya di kampung sendiri, Andriyan merasa jika kegiatan tersebut sangat bermakna.

“Apalagi menggali budaya dan sejarah di kampung sendiri. Kami sangat dukung kegiatan ini,” tegasnya.

Andriyan mengimbau supaya remaja tetap semangat dalam merealisasikan acara tersebut. Menurutnya, sebuah wilayah yang memiliki remaja aktif, dapat mewujudkan wajah kota secara positif. (is)

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *