KIA Hanya Berfungsi Sebagai Pengganti KTP

SEMARANG (asatu.id) – Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengumumkan, terkait proses pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) yang wajib diurus sebagai identitas anak, KIA hanya berfungsi sebagai pengganti KTP dan tidak bisa menjadi syarat wajib untuk mendaftar ke sekolah-sekolah.
“KIA memang wajib diurus sebagai identitas anak usia 1-17 tahun sebagai pengganti KTP. Namun itu tidak ada hubungannya dengan persyaratan apapun termasuk daftar sekolah,” terang mantan Sekda Kota Semarang, Kamis (22/2).
Sedangkan untuk proses pengurusan KIA, sampai saat ini pihaknya juga tetap akan melayani. Jadi bagi masyarakat yang ingin mengurus KIA, dapat langsung datang ke kantor Dispendukcapil.
Menurut data yang dimiliki, lanjut Adi, ada sekitar 441.000 anak dengan usia 1-17 tahun di Kota Semarang. Jumlah itu dipastikan bertambah karena adanya kelahiran tiap harinya.
“Jadi silakan urus KIA sebagai data anak, namun tidak perlu resah, tidak perlu khawatir atau terburu-buru mengurusnya karena tidak ada kaitan apapun mengenai KIA itu.  KIA hanya berfungsi sebagai identitas anak pengganti KTP,ujarnya
Adi menambahkan, nantinya, KIA dapat pula difungsikan untuk mengurus rekening, mengurus paspor dan lain sebagainya. Targetnya semua anak usia 1-17 tahun di Kota Semarang harus memiliki KIA, namun saat ini pihaknya fokus pada penyelesaian E-KTP dulu.

54

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan