Jika Jadi Gubernur Jateng, Sudirman akan Ganti Kartu Tani

SEMARANG (Asatu.id) – Persoalan kartu tani tak hanya merepotkan bagi para petani. Penyalur pupuk pun ikut terkena persolaan dari kartu tersebut. Hal tersebut mengemuka saat sejumlah penyalur pupuk berdialog dengan calon gubernur Jateng, Sudirman Said, Jumat (23/2, di Sokaraja, Purwokerto, Jateng.

Salah satu penyalur pupuk, Yani mengatakan peraturan menjual pupuk kepada petani yang memiliki kartu tani sangat menyulitkan petani yang tidak memiliki kartu tersebut.

“Bahkan kami diancam akan dipidanakan kalau menjual pupuk tanpa kartu petani. Padahal banyak petani yang tidak memiliki kartu petani,” ujarnya.

Pihaknya bahkan terkadang mengambil resiko untuk menjual pupuk ke petani yang tidak memiliki kartu tani. “Tapi saya kasihan sama petani-petani yang datang karena mereka sudah ke mana-mana gak bisa beli pupuk. Akhirnya saya kasih saja walau datang tanpa kartu tani. Saya ambil risiko saja,” tambahnya.

Senada dengan itu, penyalur pupuk yang lain menceritakan, untuk membeli pupuk petani terlebih dahulu harus menyetor sejumlah uang ke bank (top up). Dengan kartu yang dimilikinya dia bisa menebus pupuk di kios pupuk terdekat.

“Petani itu beli pupuk tidak utang saja sudah bagus. Lha buat makan saja susah kok disuruh nabung di bank. Kalau kartu itu ada manfaatnya buat petani, pasti tidak usah disuruh petani akan berbondong-bondong bikin kartu petani,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Pak Dirman, sapaan akrab Sudirman Said menerangkan, permasalahan kartu tani memang sering dirinya terima saat pertemuan dengan kelompok tani, perangkat desa, dan juga berbagai kalangan lainnya.

“Karena itu jika terpilih dengan segala hormat kepada yang membuatnya saya akan hapus kartu petani dan menggantinya dengan program Petani Mandiri,” imbuhnya.

“Tujuan dalam kartu itu baik. Tetapi pelaksanaannya kedodoran. Petaninya belum siap menerima transaksi nontunai. Karenanya perlu dilakukan perubahan mendasar agar memudahkan petani,” lanjutnya.

Terkait program petani mandiri, lanjutnya, terdapat beberapa poin penting. Seperti, memberikan jaminan ketersediaan dan keterjangkauan pupuk dan bibit.

Menyediakan bantuan keuangan bagi petani selama masa tanam. Juga menjaga stabilias harga dengan melaksanakan regulasi yang ada.

Program ini juga memfasilitasi peningkatan nilai tambah produk-produk pertanian, serta menyediakan jaminan sosial bagi petani lanjut usia.

“Dengan program ini petani lansia akan mendapat pensiun,” tukasnya. (is)

 

 

 

22

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan