BMKG Minta Warga Pegunungan Waspadai Bahaya Longsor

SEMARANG (Asatu.id)  – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Semarang memperingatkan warga kawasan dataran tinggi agar waspadai bencana tanah longsor.

Pasalnya, intensitas curah hujan yang tinggi, terutama saat malam hari, berpotensi menimbulkan longsoran tanah seperti yang terjadi di Kabupaten Brebes, baru-baru ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Semarang, Iis Widya Harmoko menuturkan, area paling diwaspadai adalah daerah-daerah pegunungan dan perbatasan pegunungan.

Beberapa daerah rawan longsor di antaranya, Brebes bagian selatan, Tegal bagian selatan, Banyumas bagian utara, dan Banjarnegara bagian utara.

“Ada empat daerah yang rawan longsor. Hal itu perlu diwaspadai, apalagi di Brebes karena lewat citra satelit, curah hujan masih cukup tinggi di sana,” ujarnya, Jumat (23/2).

Menurutnya, dalam satu dasar terdapat 300 mil air, sehingga curah hujan tentu dapat menyebabkan longsor.

Ia memperkirakan potensi hujan sedang hingga lebat akan terjadi hari ini. Keadaan itu ditambah angin kencang dan gemuruh petir di sekitar dataran tinggi.

Dalam hal ini, citra satelit BMKG memang memantau adanya curah hujan yang tinggi dengan deteksi warna hijau merata dari kawasan Batang sampai Brebes. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *