Mbak Ita Ajak Masyarakat Kelola Sampah

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti  turut mendukung program yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Semarang yakni Tiga Bulan Bersih Sampah (TBBS), Minggu lusa (25/2).

Mbak Ita sapaan akrabnya mengungkapkan tentang dampak terjadinya banjir di wilayah Mangkang belum lama ini, tak lepas dari pengaruh tumpukan sampah.

“Peristiwa banjir yang terjadi di Mangkang, tidak hanya karena air limpasan yang disebabkan curah hujan tinggi. Tetapi, juga terpengaruh dari sampah yang ada di sekitar sungai,” tuturnya, Jumat (23/2).

Mbak Ita juga merasa prihatin dengan kondisi Banjir Kanal Timur (BKT), yang rawan terjadi limpasan air apabila hujan lebat. Maka dari itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mau mengelola sampah yang ada di sekitarnya, dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

“Tapi kami juga butuh dukungan dari Pemerintah Pusat. Supaya, bisa menghimbau kepada Kepala Daerah yang ada di hulu sungai, agar masyarakatnya diberikan edukasi tentang pengelolaan sampah,” tegasnya.

Mbak Ita juga mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh penggiat bank sampah, yang dikelola secara masif. Menurutnya, sampah mempunyai nilai jual yang tinggi apabila bisa dikelola dengan cara kreatif.

“Tak hanya menjadi hiasan atau produk rumah tangga. Tapi, dengan teknologi yang tepat, sampah bisa menjadi sumber energi baru yang terbarukan,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *