Pemkot Semarang Perlu Bentuk Satgas Anti Banjir

SEMARANG (Asatu.id) – Curah hujan yang tinggi beberapa pekan ini telah mengakibatkan  banjir dibeberapa wilayah Kota Semarang.  Untuk mengatasi permasalahan ini, Fraksi PKS Kota Semarang, Suharsono meminta Pemkot membentuk Satgat Khusus Anti Banjir. Satgas ini ditugaskan untuk mendeteksi dan mengantisipasi terjadinya banjir sekaligus mengumpulkan informasi dari warga masyarakat, Kamis (22/2).

Suharsono mengatakan, banjir di Semarang sangat mengganggu aktivitas warga masyarakat, sehingga harus segera diatasi,  minimal dikurangi volumenya. Dengan adanya satgas yang bekerja setiap waktu, maka informasi dari masyarakat tentang gejala terjadinya banjir diharapkan dapat dideteksi dini dan segera teratasi.

“Satgas anti banjir ini akan bekerja sepanjang waktu 24 jam, sehingga ketika ada informasi banjir dari warga masyarakat dapat segera terdeteksi, misalnya tanggul jebol, dan sebagainya,” terangnya.

Suharsono juga meminta Pemkot Semarang untuk waspada adanya curah hujan tinggi, karena tingginya curah hujan ini seringkali berakibat jebolnya tanggul. Selain itu, karena curah hujan tinggi ini, mengakibatkan saluran tidak bisa menampung dan air melimpah ke jalan dan permukiman warga.

Untuk mengatasi ini, selain dibentuk Satgas Anti Banjir, Suharsono meminta Pemkot untuk segera melakukan langkah-langkah, di antaranya pengerukan sedimentasi sungai, meninggikan parapet di sungai-sungai dengan aliran besar, dan ketiga menyediakan mobil pompa untuk ikut membantu penyedotan air yang melimpah ke jalan.

“Menurut saya selain membentuk Satgas, pemerintah juga harus segera melaksanakan langkah teknis lain untuk menyelesaikan persoalan banjir dalam jangka pendek, keruk sungai, tinggikan parapet dan kami berharap juga ada mobil pompa yang membantu menyedot air yang melimpah ke jalan,” katanya

Suhasono berharap selain peran Pemkot, persoalan banjir juga menjadi perhatian warga masyarakat agar aktif dan waspada. Info dari masyarakat sangat dibutuhkan agar jika terjadi banjir penanganan bisa cepat ditangani.

“Peran warga masyarakat penting, kami berharap warga juga aktif memberikan informasi kepada pemerintah,” jelasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *