PKL Terminal Terboyo Dilanda Keresahan

SEMARANG (Asatu.id) –  Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Terminal Terboyo, Mustofa menyampaikan mengenai pemindahan PKL dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang., Selasa (20/2).

Mustofa mengungkapkan para PKL dilanda keresahan, karena pemindahan mereka ke Terminal Mangkang, belum diikuti dengan penyiapan kios-kios di lokasi baru.

“Meski kami masih berjualan di Terboyo, tapi kami diresahkan soal kepindahan ke Mangkang. Padahal di sana tempatnya belum siap,” katanya.

Sampai saat ini, para pedagang masih bertahan di Terminal Terboyo yang akan dibongkar untuk dibangun kembali seiring perubahan status dari tipe A menjadi tipe C yang diperuntukan terminal truk dan peti kemas.

Pada prinsipnya, lanjut dia, para pedagang tidak keberatan dengan program Pemkot Semarang yang memindahkan mereka ke Terminal lain. Hanya saja, harusnya persiapan pemindahan pedagang dan bus antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP) tersebut sudah matang.

Dalam artian, tempat yang akan ditempati pedagang Terboyo sudah tersedia terlebih dahulu. Selanjutnya dilakukan pembagian secara adil sehingga pedagang bisa berjualan kembali. Setelah siap, pedagang dengan sendirinya akan memindahkan lapak mereka.

“Sampai saat ini kami menunggu kepastian tempat pengganti jualan di Mangkang. Karena dari Dishub, sedang melakukan revisi SK Wali Kota terkait pemindahan bus dan pedagang,” ucapnya.

Dia berharap, revisi SK Wali Kota Semarang tidak selesai dalam waktu dekat. Sehingga para pedagang bisa bernafas sedikit lega dengan bisa berjualan di Terminal Terboyo demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *