Keselamatan Transportasi Jadi Prioritas Trans Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Keselamatan transportasi merupakan prioritas dalam pelayanan yang diberikan Trans Semarang. Untuk itu, sebelum beroperasi awak armada bus diwajibkan untuk melakukan pengecekan.

“Kami terus memberikan pelayanan terbaik para penumpang Trans Semarang. Salah satunya peremajaan armada yang masa pengoperasiannya sudah lama,” Pelaksana Tugas Kepala BLU Trans Semarang Ade Bhakti di Semarang, Selasa (20/2).

Menurut Ade, keselamatan transportasi harus menjadi prioritas bagi semua pengusaha moda transportasi. Untuk memberi pemahaman hal tersebut, kata dia, Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang memberikan pendidikan dan pelatihan kepada petugas persiapan armada untuk memperdalam tentang keselamatan transportasi.

“Ada 20 personel yang sudah menjalani diklat di Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Tegal,” ujarnya.

Ade mengatakan pihak Tran Semarang selalu terbuka untuk menerima masukan dan kritikan dari masyarakat guna meningkatkan pelayanannya. Soal keluhan tentang kondisi AC (air conditioner) yang bocor, tidak dingin, hingga kopling “nyeplos”, pihaknya berupaya lebih ketat dalam pengecekan armada.

“Kami telah kirimkan petugas pengecekan armada untuk mengikuti diklat di Tegal baru-baru ini. Ini untuk me-`refresh` kembali pengetahuan rekan-rekan saya di petugas persiapan armada,” paparnya.

Dia berharap para petugas yang diikutkan dalam diklat mampu menyerapkan ilmu yang diajarkan, baik soal  kedisiplinan, pengetahuan mengenai komponen kendaraan dan fungsi, uji emisi, dan laik jalan kendaraan.

“Diklatnya sudah selesai belum lama ini. Mudah-mudah merek bisa menerapkan ilmu yang didapat selama mengikuti diklat,” katanya.

Menyinggung masa pemakaian armada kendaraan umum yang diatur Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 551.2/156 tentang Peremajaan Kendaraan Umum Dalam Kota di Wilayah Kota Semarang, Ade mengatakan sesuai dengan perwal, untuk kendaraan umum jenis bus berukuran besar dan sedang maksimal 10 tahun harus diremajakan karena berkaitan dengan keandalan armada.

Ade menambahkan, awal tahun 2018 pihaknya telah memerajakan 21 armada Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor II rute Terminal Terboyo-Sisemut, Kabupaten Semarang.

 

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *