Empat Bangunan Kota Lama Jadi Galeri Industri Kreatif

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan harapannya tentang pengembangan produk Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Semarang, Selasa (20/2).

Untuk itu Pemerintah Kota Semarang akan mengelola empat bangunan cagar budaya milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Cabang Semarang. Bangunan ini akan dipergunakan Pemkot Semarang untuk Galeri Industri Kreatif atau Rumah promosi IKM di Kota Semarang.

“Dengan difasilitasinya area promosi, berbagai produk IKM di Kota Semarang semakin dikenal masyarakat luas, tidak hanya warga Kota Semarang saja tetapi luar Kota Semarang hingga nasional. Sehingga hal itu memberikan dampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkap Mbak Ita sapaan akrabnya.

Mbak Ita menjelaskan, terdapat 116 bangunan di Kota Lama yang masuk kategori cagar budaya. Dari jumlah itu, hanya satu bangunan yang statusnya milik Pemkot Semarang, yaitu gedung Oudetrap. Lainnya milik instansi ada sekitar 50% di antaranya PPI, Bank Mandiri, Telkom dan Pelni. Sedang yang milik perorangan sekitar 30%.

“Dengan ditambah empat bangunan PPI, maka Pemkot mengelola lima bangunan,” tegasnya.

Dari seluruh bangunan cagar budaya, lanjut dia, yang perlu perhatian khusus adalah bangunan yang merupakan milik perorangan di Jalan Letjend Suprapto ke arah selatan. Hal itu karena banyak bangunan yang terlantar tidak terurus.

Untuk itu, Mbak Ita berencana mengajukan mengajukan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pengelolaan bangunan cagar budaya yang tidak terawat. Di dalamnya nanti akan diatur jika dalam dua tahun tidak dikelola, maka akan diambil alih Pemkot Semarang.

“Harusnya memang dua tahun tidak dikelola maka bisa diambil alih Pemkot. Itu tidak hanya berlaku bagi bangunan di Kota Lama saja, tapi bangunan cagar budaya lain juga di luar Kota Lama. Karena di Semarang ini banyak juga bangunan cagar budayanya,” tandasnya. (is)

 

35

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan