Komisi D DPRD Kota Semarang Minta Dinkes Pro Aktif

SEMARANG (Asatu.id) – Banjir yang merendam Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk mengakibatkan sejumlah warga terjangkit penyakit kulit dan pencernaan.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, seharusnya Dinas Kesehatan (Dinkes) pro aktif melihat kondisi warga terdampak banjir. Terlebih, banjir sudah merendam rumah warga beberapa hari.

Ia berharap, Dinkes melalui puskesmas di setiap kecamatan segera melakukan pengecekan kepada warga terdampak banjir dan segera mengambil langkah kuratif dengan melakukan pengobatan secara gratis.

“Di tiap kelurahan itu kan ada petugas surveilen kesehatan. Jika ada kejadian atau keluhan warga mengenai kesehatan, seharusnya langsung lapor untuk segera diambil tindakan,” ujarnya, Senin (19/2).

Anang menuturkan, berbagai penyakit yang menyerang warga dikarenakan faktor sanitasi yang tidak sehat. Mereka tinggal berhari-hari dalam genangan banjir sehingga rawan terkena jamur dan bakteri. Dampaknya, warga terkena penyakit kulit dan pencernaan.

“Kami harapkan instansi terkait segera melakukan penanganan atas keluhan warga,” harapnya.

Rencananya, pihaknya segera melakukan koordinasi dengan Dinkes untuk melihat seberapa parah penyakit yang dialami warga. Jika mengharuskan, maka warga yang mengalami diare dan sebagainya itu untuk dilokalisir agar tidak menyebar.

“Jika tidak demikian, maka pasti warga yang lain juga akan terserang penyakit. Khususnya diare, karena sanitasinya memang buruk,” pungkasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *