Bertemu Muslimat NU Jepara, Ganjar Beri Penjelasan Soal E-KTP

SEMARANG (asatu.id) – Dalam Roadshow kampanyenya di klinik Masyitoh, Jepara Sabtu (17/2), Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memaparkan terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik atau e-KTP saat bertemu ratusan muslimat NU.

Ganjar lalu menunjukkan dokumen pemeriksaan salah satu terdakwa kasus e-KTP yang tertulis bahwa Ganjar satu-satunya yang tidak mau menerima uang suap e-KTP.

Menurutnya tidak ada yang ditutupi soal dirinya dalam kasus itu. Dokumen pemeriksaan tersebut jelas menunjukkan bahwa salah satu tersangka kasus e-KTP, Miryam S Haryani, sempat akan memberikan uang pada Ganjar. Namun Ganjar menolak pemberian tersebut.

“Jadi kalau ada yang bertanya kasus e-KTP. Jadi kita kasih lihat informasi, kita lihatkan data. Ini cara membuktikan yang paling mudah. Dari sekian banyak orang yang terlibat, dalam BAP tersebut tertulis hanya ada satu orang yang menolak pemberian uang. Namanya Ganjar Pranowo,” terangnya.

Ganjar pun menjelaskan bahwa posisinya saat ini tak lebih sebagai saksi yang membantu KPK dalam membongkar praktik korupsi triliunan rupiah itu.

“Saya dipanggil terus mungkin karena keterangan saya dibutuhkan, saya membantu KPK mengungkap semuanya, banyak dokumen yang saya serahkan agar dapat diteliti KPK,” imbuhnya.

Selain itu, Ganjar pun menerima aduan terkait lamanya pengurusan perizinan Klinik Masyitoh.

“Kami sudah mengajukan izin pengurusan untuk rawat inap dua tahun yang lalu padahal semua persyaratan sudah dipenuhi. Harapan kami perijinan tersebut segera keluar,” imbuhnya.

Ganjar pun langsung menghubungi pihak terkait dan meminta agar penanganan perizinan di daerah bisa dipercepat dan tidak mempersulit rakyat.

“Urusan perizinan ini sebetulnya ranah Bupati, tapi karena ada laporan ya harus kita tanggapi. Pesan saya satu, reformasi birokrasi itu harus memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat,” tukasnya.

32

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan