Sri Puryono: Kebersamaan adalah Keniscayaan

SEMARANG (Asatu.id) – Puncak perayaan Tahun Baru Imlek di Klenteng Agung Sam Poo Kong dimeriahkan perpaduan kesenian dan kebudayaan Jawa dan Tionghoa, Jumat (16/2). Selain pertunjukan liong samsi dan barongsai dari sejumlah grup, perayaan imlek tahun ini diisi pula dengan kesenian reog Ponorogo Budoyo Mudo Taliwongso dari Weleri Kendal serta tarian gambang Semarang.

Plt Gubernur Jawa Tengah, Sri Puryono mengatakan, perayaan ini hendaknya dijadikan ajang untuk memupuk toleransi dan gotong-royong. Kebersamaan dalam persaudaraan, dan kerukunan umat beragama.

”Siapa pun kita yang tinggal di bumi Indonesia harus menjaga kebersamaan. Kebersamaan adalah keniscayaan. Ini tugas kita bersama untuk menghargai, untuk memajukan Ibu Pertiwi,” jelasnya dalam sambutan di hadapan ribuan pengunjung Klenteng Sam Poo Kong.

Dia berharap, dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2018  tidak hanya kebudayaan Jawa dan Tionghoa saja yang menyatu. Lebih dari itu, tidak sekedar seni dan tradisi namun juga menyatu dalam hati.

”Saya yakin melalui integrasi kultural akan memperkuat keIndonesiaan, kemajemukan harus terawat dengan baik. Semoga semakin mempererat jalinan diantara kita,” harapnya

Dalam kesempatan acara ini turut hadir Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng, Ketua DPRD provinsi Jawa Tengah dan wakil walikota Semarang serta sejumlah tamu lainnya. (is)

 

 

 

28

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan