Ganjar: Pendataan Nelayan Jateng Sangat Penting

SEMARANG (Asatu.id) – Sebagai langkah pendataan para nelayan di Jawa Tengah, calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku memiliki program kartu nelayan.

Dengan diketahuinya jumlah nelayan sesuai klasifikasinya, mulai dari 5GT hingga lebih dari 30GT, maka bisa disusun kebijakan yang tepat, termasuk soal subsidi.

Hal tersebut mencuat saat petahana Ganjar Praowo mengunjungi Kabupaten Rembang di hari kedua kampanyenya untuk berbincang santai dengan ratusan nelayan.

Koordinator Nelayan TPI Tanjungsari Rembang Sugeng Mulyadi menjelaskan, beberapa persoalan yang dihadapi nelayan, di antaranya lemahnya penegakan hukum terhadap nelayan yang menggunakan alat tangkap jaring trawl atau cotok.

Sugeng mengatakan para nelayan mengamini penggunaan jaring cotok dapat merusak biota laut, karena mulai dari telur hingga ikan-ikan kecil akan terangkut semua.

“Harapan kami penggunanya ditangkap dan dihukum agar jera. Jangan cuma ditahan sehari trus dilepaskan. Kami berharap agar Pak Ganjar ada solusi terhadap persoalan tersebut,” ungkap Sugeng, Jumat (16/2).

Nelayan juga meminta perhatian soal kebutuhan nelayan yang menginginkan pembangunan dermaga. Saat ini Dermaga yang ada hanya untuk kapal besar.

“Sementara untuk kapal kecil tidak bisa bersandar, sehingga nelayan harus jalan dengan air sedada untuk mengambil perahu,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ganjar menjelaskan, peraturan daerah sebetulnya juga melarang penggunaan cotok di laut.

“Ini kan tinggal penegakan hukum, nanti kita teruskan ke aparat. Kan biar fair juga tata cara pengambilan ikan itu bagaimana, ada regulasi yang mengatur,” ucapnya.

Ganjar menambahkan, nelayan juga membutuhkan kemudahan akses permodalan serta perizinan. Menurut Ganjar, untuk permodalan perlu ada skema yang inovatif. “Kalau perlu jaminan, ya yang masuk akal, biar pergerakan uang bisa untuk operasional,” paparnya.

Mengenai perizinan, harapannya ada reformasi birokrasi karena saat ini segala proses diurus di pusat. Lebih baik sebagian pengurusan perizinan pindah ke daerah, agar nelayan tidak kesulitan,” katanya. (is)

 

 

31

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan