Pergantian Camat Ngaliyan, Bukti Pemkot Serius Perangi Pungli

SEMARANG (Asatu.id) – Kinerja Tim Saber Pungli Kota Semarang mendapat apresiasi dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Dia membanggakan kinerja Tim Saber Pungli selama 2017. Terdapat 34 kasus yang diadukan masyarakat. Sebanyak 17 aduan sedang dalam proses ditindaklanjuti, sedangkan sisanya 17 sisanya sudah ditindaklanjuti.

”Yang 10 aduan tidak terbukti. Kemudian yang tujuh aduan berhasil diungkap dan terbukti lalu sudah diberikan sanksi, termasuk sampai ke pengadilan lewat aktivitas operasi tangkap tangan. Ini membanggakan,” kata Wali Kota.

Dalam rapat evaluasi Tim Saber Pungli Kota Semarang, Senin (12/2) lalu, sempat disebut adanya seorang pejabat yang terbukti pungli. Namun, Wali Kota Hendrar Prihadi yang memimpin rapat tersebut saat ditanya wartawan enggan menyebutkan identitas pejabat tersebut.

Dia mengatakan, identitas pejabat tersebut sudah banyak diketahui masyarakat. ”Tidak perlu saya sampaikan nama orangnya. Sudah banyak yang tahu kok,” imbuh dia.

Akhirnya terkuak, bahwa pejabat yang dimaksud Hendi, panggilan akrab walikota, ternyata Camat Ngaliyan, Bambang Purnomo Adji Hendroyono atau Dodie. Walikota membenarkan, Bambang Purnomo saat ini didemosi atau diturunkan pangkatnya akibat dugaan pungutan liar.

Saat ini, Camat Ngaliyan dijabat Agus yang sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Ngaliyan. Sementara Dodie sekarang menjadi Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang. Hal ini sekaligus sebagai bukti bahwa Pemkot sangat serius memerangi praktik pungli, khususnya di lingkungan pejabat.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Semarang, Bambang Sukono juga membenarkan, demosi Dodie didasari rekomendasi Inspektorat Kota Semarang terkait dugaan pungutan liar. Dia diturunkan pangkatnya dari IVb menjadi IVa, yakni semula menjadi pimpinan, sekarang menjadi sekretaris. Untuk eselonnya masih tetap IIIa.

”Sudah jadi komitmen bersama dan sesuai aturan dia didemosi pada awal Februari lalu. Dia sekarang ditempatkan di Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan,” ungkap dia.

Sementara Inspektur Kota Semarang, Cahyo Bintarum mengatakan, dugaan pungli telah terbukti. Dodie saat menjadi Camat Ngaliyan diduga meminta uang kepada lurah-lurah di wilayahnya sebesar Rp 10 juta dari alokasi dana kampung tematik yang diterima kelurahan. (udin saeroji)

 

 

236

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan