Pelayanan E-KTP Kota Semarang Lakukan Pembenahan

SEMARANG (Asatu.id) – Pelayanan pembuatan E-KTP di Kota Semarang terus dilakukan pembenahan. Saat ini diberlakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pembuatan E-KTP di Kota Semarang hanya membutuhkan waktu empat hari kerja langsung jadi.

Tetapi dalam praktiknya, ada pelayanan teknis yang belum sesuai harapan. Bahkan sebagian masyarakat hingga menunggu satu tahun sejak 2016-2017 belum mendapatkan cetakan kartu E-KTP.

Antrean daftar tunggu pencetakan E-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang sebelumnya mencapai 120 ribu penduduk yang belum dicetak. Tumpukan tersebut menjadi utang Dispendukcapil untuk dicetak secara bertahap.

“Saat ini, utang tumpukan itu sudah berangsur berkurang, ada kurang lebih 30 ribu yang belum dicetak,” kata Kepala Dispendukcapil, Adi Tri Hananto, Senin (12/2).

Terkait masih banyak dikeluhkannya keterlambatan penerbitan E-KTP oleh pemohon sejak dari 2016-2017, pihaknya memastikan akan kembali normal.  Sebelumnya kendala yang dihadapi adalah tidak adanya blanko. Tetapi sejak akhir 2017, sudah tersedia dan penerbitan E-KTP di Kota Semarang kembali lancar.

Untuk pelayanannya saat ini, kata Adi, ada dua strategi. Pertama, pihaknya akan menyelesaikan utang tumpukan yang belum diterbitkan. Kedua, pemohon baru akan langsung diterbitkan.

“Seharusnya, sesuai SOP-nya empat hari jadi. Pembenahan-pembenahan akan terus kami lakukan. Sejak Desember 2017, pemohon E KTP baru lebih cepat,” katanya.

Dia menyarankan, agar pemohon E-KTP lama yang belum mendapatkan kartu bisa mendatangi di kantor pelayanan untuk menanyakan. Nanti, Surat Keterangan (Suket) atau KTP Sementara ditarik dan diberikan resi. Setelah diberikan resi akan dilakukan pencetakan.

“Kami sedang melunasi utang yang sudah menumpuk, sekaligus juga melayani pemohon KTP baru. Jangan khawatir, kalau blanko habis akan kami tambah. Tinta juga siap, bahkam jika kehabisan, kami bisa pinjam tetangga dulu misalnya kabupaten di sekitar Semarang,” katanya.

Bahkan pihaknya bisa mengirimkan petugas pelayanan E-KTP untuk mendatangi masyarakat. Tetapi syaratnya harus berkelompok minimal sebanyak 20 orang.

“Nanti petugas kami datang memyambangi masyarakat, tapi ya jangan satu dua orang, kasian petugasnya. Minimal 20 orang lah,” katanya.

Tidak hanya itu, bagi warga difabel atau berusia lanjut dalam kondisi sakit dan tidak memungkinkan mengurus di kantor Dispendukcapil, pihaknya siap mengirimkan petugas untuk menyambangi warga tersebut.

“Beberapa hari lalu sudah kami lakukan. Termasuk apabila ada warga sakit opnam belum memiliki BPJS, kami bisa mengirimkan petugas untuk membuat E-KTP di rumah sakit,” katanya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *