AMUS, Sistem Pengurangan Resiko Bencana PT KAI

SEMARANG (Asatu.id) – Curah hujan yang tinggi pada bulan Februari sering kali menyebabkan banjir di beberapa daerah. Bencana tersebut sering mengganggu lalu-intas kereta api. Untuk menanggulangi risiko bencana tersebut PT KAI Daop 4 membuat sistem AMUS.

Sebelum membuat sistem penanggulangan bencana tersebut, PT KAI terlebih dahulu memetakan lokasi rawan banjir maupun longsor menjadi 19 titik. AMUS merupakan singkatan dari alat material untuk siaga, di mana semua sistem tersebut merupakan bentuk menejemen bencana.

Suprapto, Humas PT KAI Daop 4 kepada Asatu.id, Rabu, (14/2), mengatakan alat tersebut berupa mesin untuk memelihara jalu rel sekaligus alat penguatnya. Selain itu, untuk material PT KAI sudah mempersiapkan batu krikil dan karung pasir. “Untuk siaganya kita telah menyiapkan personel yang berjaga selama 24 jam dibagi menjadi 3 shift,” ucap Suprapto.

Ia menambahkan, untuk menanggulangi banjir pihaknya juga telah menyiapkan pompa air pada titik rawan banjir yang secara otomatis akan bekerja disaat luapan air banjir mengganggu rel kereta api. “Di wilayah Semarang sendiri  daerah yang rawan bencana saat musim hujan meliputi Mangkang, Semarang Tawang ke arah Alas Tua dan Pelabuhan,” tambahnya.

Suprapto berharap dengan menejemen bencana yang dilakukan PT KAI, musim hujan tidak mengganggu lalu-lintas kereta api dan bisa mengurangi potensi kencelakaan yang ditimbulkan. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *