Bantuan Korban Banjir Kaliwungu Mulai Mengalir

SEMARANG (Asatu.id) – Bantuan korban bencana banjir di Kaliwungu, Kendal dari masyarakat yang sempat tersendat kini mulai mengalir. Dalam dua hari terakhir ini, Senin dan Selasa (12-13/2), sejumlah barang yang dibutuhkan korban, seperti seragam sekolah, sepatu, tas, alat tulis, mie instan dan beras terus berdatangan.

“Bantuan dari masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun ormas terhadap korban banjir Kaliwungu sudah banyak. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak,” kata Koordinator Ormas Rumah Sedekah, Kaliwungu, Kendal, Aditya Wahyu, kepada Asatu.id, di Semarang, Selasa malam (13/2).

Wahyu mengaku belum bisa merinci berapa jumlah bantuan masyarakat peduli bencana yang ditempat di wilayah Kaliwungu. Meski demikian, Wahyu merinci bantuan masyarakat betul-betul sangat dibutuhkan para korban, yakni pakaian seragam, sepatu, tas, mie instan dan beras.

Seperti diketahui, hujan deras yang menghuyur Semarang dan sekitarnya, Jumat sore (9/2), mengakibatkan tanggul Sungai Beringin jebol. Akibatnya, air Sungai Beringin meluap dan meredam kawasan Mangkang, Semarang dan Kaliwungu, Kendal.

Melihat penderitaan ratusan kepala keluarga yang rumah teredam banjir, partisipasi dari simpatisan masyarakat terhadap korban banjir mulai mengalir. Hanya saja, dua hari pascabanjir, bantuan baru mengalir di wilayah Mangkang, sementara bantuan untuk korban banjir Kaliwungu belum tersalurkan.

Wahyu menjelaskan, bantuan untuk korban banjir Kaliwungu dari masyarakat bukan tidak ada. Namun, tersendatnya bantuan itu lantaran kawasan Kaliwungu masih direndam banjir.

“Nyatanya, begitu air mulai surut bantuan dari masyarakat untuk korban banjir Kaliwungu banyak yang datang. Petugas kami yang berjaga di posko-posko bahkan sempat kewalahan mendistribusikan bantuan, karena jumlahnya sangat banyak,” paparnya.

Anggota Ormas Rumah Sedekah, Kaliwungi, Kendal, Budi Turmoko menambahkan untuk memberikan jalan yang tumpuhkan lumpur pascabanjir, Jumat lalu, pemerintah setempat telah memberi bantuan mobil damkar.

“Lumpur-lumpur yang berceceran di jalanan semua disemprot dengan mobil damkar. Kami bersyukur, semua akses jalan warga sekarang sudah bersih dari lumpur,” kata Moko.

 

.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *