Pelita Semarang Gelar Aksi Solidaritas

SEMARANG (Asatu.id) – Persaudaraan Lintas Agama (Pelita) Kota Semarang menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk kerukunan umat. Acara yang digelar Halaman Gereja St Theresia Bongsari, Pamularsih, Minggu Malam (12/2).

Mereka prihatin dengan kondisi penyerangan tokoh lintas agama di Indonesia dalam dua bulan terakhir.

Setyawan Budi Koordinator Pelita Kota Semarang, menuturkan  “Ada Kyai yang diserang di Bandung, ada umat Budha yang dipersekusi, terakhir, ada pemimpin jamaat greja yang diserang di Yogya. Kami prihatin dengan kejadian ini, Indonesia akan dibawa ke mana?,”ujarnya.

Belum lama ini terdapat penyerangan Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka Kabupaten Bandung, Kyai Umar Basri pada 27 Januari. Kemudian penyerangan pada Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto di Bandung yang berujung tewas pada Kamis 1 Februari pagi.

“Terakhir di Greka Santa Lidwina Bedog, di Sleman Yogyakarta. Sudah tidak bisa ditolerir lagi karena menggunakan senjata tajam dan melukai para umat yang sedang beribada. Pagi tadi, kita kembali berduka,” tambah Setyawan.

Sementara itu, Kepala Paroki Gejera Santa Theresia Bongsari Semarang, Romo Eduardus Didik Cahyono menambahkan, dalam doa bersama turut dipasang bendera setengah tiang. Hal itu menandakan umat beragama di Kota Semarang berduka karena nilai toleransi kian luntur.

“Bendera saya pasang setengah tiang. Mengungkapkan kami berduka kekerasan terjadi di beberapa tempat. Ini tahun politik, saya kira ini bukan kebetulan, saya kira ada oknum yang mulai mepermaikan tenun kebangsaan kita, dan bukan mengoyak, namun juga mulai menggunakan pisau bedah untuk merobek kehidupan berbangsa dan bernegara,” papar Didik.

Didik berharap supaya para pemangku kebijakan dan aparat keamanan tidak mudah terbawa emosi, dan tetap tegar menjaga kerukunan antarumat. (is)

 

23

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan