Lebaran 2018, Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Mulai Beroperasi

SEMARANG (Asatu.id)  PT Angkasa Pura I (Persero) kini mengembangkan terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang. Pengembangan terminal baru yang menyerap dana sebesar Rp 2,07 triliun ini merupakan solusi atas masalah lack of capacity (kurangnya kapasitas) yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, sebenarnya pembangunan terminal baru tersebut akan selesai sepenuhnya pada bulan November 2018.

Dengan percepatan pembangunan, lanjut Fahmi, operasional minimum bisa dilakukan pada bulan Mei 2018.  “Syarat minimum tersebut, antara lain sudah terbangun terminal penumpang, gedung parkir satu lantai, terminal kargo, masjid, gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK),” katanya.

Menurut dia, terminal lama Bandara Ahmad Yani saat ini hanya mampu menampung 800.000 penumpang per tahun. Namun, realisasinya pada 2017 bandara tersebut sudah menyalani 4,4 juta penumpang. Jumlah tersebut terbukti melibihi kapasitas yang ada.

“Dengan adanya terminal baru ini Bandara Ahmad Yani dapat menampung penumpang hingga 6 juta penumpang per tahun,” ujar Faik.

Dia mengakui keterbatasan kapasitas yang kini dialami bandara kebanggan masyarakat Semarang, selain membuat penumpang tidak nyaman, juga tidak dapat menerima slot-slot penerbangan baru, khususnya penerbangan internasional.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luasan area 58.652 meter persegi, hampir sembilan kali lebih besar dibanding luasan terminal eksisting yang hanya seluas 6.708 meter persegi.

Luasan apron baru mencapai 72.522 meter persegi yang dapat menampung 13 pesawat narrow body atau konfigurasi 10 pesawat narrow body dan 2 pesawat wide body kargo. Bandara Ahmad Yani nantinya diposisikan sebagai bandara bisnis dan industri.

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *