Paslon Harus Ikut Jaga Kondusivitas Jateng

SEMARANG (Asatu.id) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo mengatakan, pihaknya telah melaporkan terkait potensi keramaian saat pengundian nomor urut paslon kepala daerah.

“Kami sudah laporkan ke pihak terkait. Pengundian nomor urut dilaksanakan pada Selasa 13 Februari. Di Jateng ada 24 pasangan calon dari 7 Pilkada dan 1 Pilgub. Kota Tegal, dan Kudus paling banyak mencapai 5 paslon. Selebihnya ada yang head to head, seperti Pilgub ini,” ujarnya, Sabtu (10/2).

Sementara itu, jelang penetapan pasangan calon (Paslon), Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta seluruh pasangan calon yang akan bersaing dalam Pilkada 2018 di Jawa Tengah agar ikut menjaga kekondusifan wilayah.

Pihaknya mengharapkan pernyataan yang keluar dari seluruh paslon agar tetap bisa menjaga kedamaian di tengah jalannya Pilkada. “Dari Paslon, tim sukses, tim pengusung serta para tokoh masyarakat saya minta untuk ikut menjaga kondusivitas Jateng,” ujarnya, baru-baru ini.

Untuk mengawal jalannya Pilkada, Kapolda mengatakan telah membentuk tim satgas antikampanye hitam dan antikampanye negatif. Sebelumnya dalam forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda), Condro menyebut hal yang diwaspadai adalah konflik antarpendukung. Pasalnya, masyarakat pendukung cenderung merasa kecewa saat pilihannya mendapati kampanye negatif, bahkan kampanye hitam. Termasuk, usai penghitungan suara untuk mewaspadai emosi pihak yang kalah.

Sementara Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto mengatakan, untuk menjaga keamanan Pilkada 2018, pihaknya menerjunkan 6.000 personel untuk mengamankan Pilkada. Termasuk, menurunkan intelejen ke wilayah paling bawah. (is)

 

 

 

17

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan