BNPB Imbau Masyarakat Jateng Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

SEMARANG (Asatu.id) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi hingga Maret 2018 hujan berintensitas tinggi masih akan mengguyur beberapa daerah di Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya dengan meningkatkan mitigasi bencana dengan mengenali  lingkungan sekitar.

Hal tersebut dilakukan, mengingat bencana alam seperti banjir dan tanah longsor kerap terjadi di wilayah tersebut. Masyarakat diminta bisa mengenali tanda-tanda akan terjadinya bencana seperti longsor.

“Periksa adanya retakan tanah, amblesan tanah, keluarnya mata air pada lereng, air sumur dan mata air tiba-tiba keruh, pohon dan tiang listrik miring, tembok bangunan dan pondasi tiba-tiba retak dan lainnya. Itu merupakan cikal bakal dari mahkota longsor. Saat hujan lebat waspadalah. Jika perlu mengungsi sesaat ke tempat aman,” tegasnya, baru-baru ini.

Sutopo menyebutkan, di beberapa daerah yang terjadi banjir yaitu di Kudus, Pati dan Semarang, Pantura.

Kemudian dari peta potensi longsor pada Februari 2018, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur adalah daerah yang memiliki potensi paling banyak dari ancaman longsor.

“Di Jateng itu ada Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Purwokerto, Purworejo, Pekalongan, Temanggung, Semarang, Karanganyar, Tegal, Wonogiri, Magelang, Purbalingga dan Boyolali,” imbuhnya.

Sutopo menerangkan, bencana banjir dan tanah longsor terjadi karena adanya kerusakan lingkungan dan alih fungsi sungai.

“Contohnya saja sekarang, bantaran sungai berkembang menjadi pemukiman, akhirnya sungai mengalami sedimentasi,” tukasnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *