PKL Sawah Besar Resmi Tempati Pasar Waru

SEMARANG (Asatu.id) – Pasar Waru Semarang resmi ditempati oleh para pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Sawah Besar yang termasuk di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) Semarang, Jumat (9/2).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan PKL di bantaran Sungai BKT terbagi dalam beberapa wilayah, salah satunya yang di wilayah Sawah Besar.

“Para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban PKL Manunggal Jati Jaya sudah mendapatkan tempat di Pasar Waru yang bisa ditempati 71 pedagang, ditambah 20 pedagang dari PKL Progo,” ujarnya.

Fajar Purwoto mengatakan konstruksi bangunan semi permanen yang digunakan untuk menampung PKL Manunggal Jati itu merupakan bekas tempat relokasi yang pernah dipakai pedagang di Pasar Peterongan.

“Ini konstruksinya bekas dari Pasar Peterongan. Namun, masih layak dan bisa digunakan, sehingga kami geser ke Pasar Waru. Lantai dua hanya untuk kuliner,” katanya.

Fajar menambahkan penataan Pasar Waru tetap akan dilakukan agar keberadaan PKL relokasi dan pedagang asli terintegrasi, mengingat pengunjung Pasar Waru semakin banyak.

 

Para PKL di bantaran Sungai BKT, lanjut dia, diberikan batas waktu hingga 20 Februari 2018 untuk pindah secara sukarela, dan jika tidak kunjung pindah akan dilakukan pembongkaran.

“Apabila sampai 20 Februari 2018 belum juga pindah secara mandiri maka Dinas Perdagangan yang akan melakukan upaya pengosongan lapak yang ada di Sungai BKT Semarang,” katanya.

Tahap pertama, relokasi sudah dilakukan ratusan PKL Rejosari yang berdagang di kawasan Barito di bantaran Sungai BKT Semarang menuju Pasar Klithikan Penggaron Semarang.

Untuk PKL-PKL lainnya, kata dia, seperti di Kelurahan Kaligawe, Sambirejo, dan Kemijen akan dibarengkan dengan penataan di wilayah timur karena masih dalam tahap pembangunan tempat relokasi. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *