Gizi Buruk di Jateng Cuma 0,03 Persen

SEMARANG (asatu.id) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan, persentase gizi buruk di Provinsi Jawa Tengah terbilang lebih rendah daripada nasional. Dia menyebutkan, saat ini persentase gizi buruk di Jateng hanya 0,03 persen.

“Di Jawa Tengah, gizi buruk mencapai 0,03 persen, sementara kemungkinan nasional mencapai  tiga persen,” ujarnya, Kamis (8/2).

Menurutnya, gizi buruk yang terjadi di Jateng kebanyakan bukan karena kemiskinan atau keadaan ekonomi, namun faktornya adalah pola asuh mengkonsumsi makanan menjadi faktor utama masyarakat gizi buruk.

“Lalu faktornya ada juga disertai penyakit, seperti hidrosepalus, dan anak penderita penyakit kronis. Gizi buruk yang sering kita temukan seperti itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, penanganan gizi buruk di Jateng sendiri telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Dari tingkat ibu hamil hingga remaja.

“Kita punya program Pemberian Makanan Tambahan Anak Balita (PMTAB), kemudian anak sekolah juga ada program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS),” tukasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *