Psikologi Unnes Peduli Longsor Banjarnegara

SEMARANG (Asatu.id) – Banjarnegara merupakan salah satu Kabupaten dengan dengan potensi bencana tanah longsor yang cukup tinggi terutama saat musim hujan. Pada awal Januari bencana longsor kembali terjadi di beberapa desa di Kecamatan Wanayasa. Menanggapi kejadian tersebut, Psikologi Unnes bergerak cepat dengan menerjunkan Mahasiswanya menjadi relawan.

Selama 14 hari mereka membantu meringankan beban warga desa yang terkena musibah. Sebelum turun lapangan, tim tanggap bencana Psikologi Unnes (GANAPSI) mendapat masukan dan pembekalan dari Jurusan Psikologi. Sebanyak 20 mahasiswa bahu-membahu meringankan beban yang dialami warga.

Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti TNI, BPBD, PMI, Tagana dan lain sebegainya. Zulian salah satu kordinator tim mengatakan kepada asatu.id, Selasa (6/2) ini merupakan bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa psikologi kepada masyarakat.

Ia menambahkan, beberapa program dilaksanakan pada aksi tersebut seperti melakukan trauma healing, terapi tawa, relaksasi menggunakan TAT (Tapas Acupressure Technique). Dengan sasaran anak kecil dan lansia.

“Ini merupakan penerapan ilmu-ilmu psikologi selama kuliah terhadap kehidupan sehari-hari. Ke depan, kami akan terus bersolidaritas dan membantu masyarakat meringankan beban korban bencana alam melalui ilmu-ilmu psikologi yang kami dapat,” ungkap Zulian. (kurnia)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *