Barisan Hijau Hitam Jawa Tengah Merapat ke Sudirman Said

SEMARANG (Asatu.id) – Tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam relawan Barisan Hijau Hitam Jawa Tengah merapat ke bakal calon gubernur (Bacagub) Sudirman Said. Selain itu, relawan Anies Sandi di Pilkada DKI Jakarta ikut bergabung dalam upayanya memenangkan pasangan Sudirman Said dan Ida Fauziah di Pilgub Jateng 2018 ini.

Ketiga ormas Islam yang tergabung dalam Barisan Hijau Hitam Jawa Tengah tersebut adalah Front Pembela Islam (FPI), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Fakta tersebut diketahui saat balon calon (Balon) gubernur Jateng Sudirman Said bertemu dan berdiskusi dengan ormas islam yang tergabung dalam Jaringan Hijau Hitam Jawa Tengah dalam acara bertema ‘Koordinasi Jaringan Hijau Hitam Se-Jawa Tengah Menuju Kemenangan’, baru-baru ini.

Salah satu pengurus FPI, Taufiq mengatakan jika FPI selama ini tidak diberikan ruang gerak, karena dianggap akan merugikan pemerintah yang saat ini baik di Kota Semarang maupun di Jawa Tengah. “Kami di Kota Semarang, aparat tidak memberikan ruang gerak kepada kami. Alasanya, kalau FPI berdiri di Semarang dan Jawa Tengah,” ujarnya.

Salah satu pendukung lain yang tergabung dalam relawan Anis-Sandi, Salsa menambahkan dirinya akan terus menyosialisasikan dan untuk mengajak teman-teman mahasiswanya yang sampai saat ini masih pasif dalam pergerakan politik.

Untuk itu, pihaknya juga berharap agar Sudirman Said bisa memberikan kuliah umum di perguruan tinggi, karena ia menilai jika intensitas Sudirman Said untuk masuk di beberapa perguruan tinggi Jateng masih di bawah rata-rata.

“Teman-teman di kampus masih sangat pasif. Pinginnya ya, Pak Dirman sering ngasih kuliah umum,” imbuhnya.

Koordinator Jaringan Hijau Hitam Jateng Ali Sajali mengaku selain FPI dan HTI, Jaringan Hijau Hitam mayoritas didominasi oleh rekan-rekanya di HMI. Pihaknya menyatakan jaringan yang dibuatnya bertujuan untuk mencegah terpilihnya pemimpin yang tidak baik.

“Seperti yang dikatakan teman FPI, kita tdak akan memilih pemimpin yang terbaik. Tapi paling tidak mencegah pemimpin yang kurang baik. Bagaimana pun juga, Pak Ganjar sebagai incumbent ada baiknya. Tapi ada kebijakanya yang tidak populer, yang menurut kajian teman-teman (jaringan hijau hitam),” tukasnya. (is)

 

 

1.250

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan