Cegah Kekerasan Anak dan Perempuan, Ganjar: Beri Penyadaran Orangtua

SEMARANG (Asatu.id) – Persoalan perempuan dan anak, terutama pada kasus kekerasan seringkali dianggap sebagai persoalan domestik atau pribadi oleh masyarakat. Padahal kasus-kasus yang terjadi, sebenarnya adalah permasalahan sosial yang membutuhkan kepedulian semua pihak untuk menekan atau bahkan menyelesaikannya demi terpenuhinya hak-hak mereka.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuturkan dalam kasus-kasus perempuan dan anak, misalnya jika melihat ada anak dipukuli, jangan dianggap sebagai urusan domestik. Tetapi, temui orangtuanya dan beri penyadaran.

“Kalau kita melihat anak dipukuli, (dipikiran umumnya) ah yo lumrah wong dudu anake dhewe. Dijewer, dipukuli yo ben wong anake kana. Karena, kalau kemudian kita datang, (dan menyampaikan) Bu jangan, anaknya jangan dipukuli (biasanya akan direspon) Apa kowe urusan? Begitu kan? Tapi tetap kita sadarkan bahwa itu tidak benar, maka ada kesadaran,” ujarnya, Selasa (6/2).

Cara memberi kesadaran, terang mantan anggota DPR RI ini, bisa dilakukan dengan metode-metode yang soft agar lebih mudah diterima.Terutama ketika seorang ibu bercerita dalam forum tertentu. Seperti arisan, posyandu, PKK, atau pengajian.

“Biasanya KDRT terjadi dan sangat domestik sekali tidak bisa dimasuki. Maka pada saat itu apa yang dia (ibu) lakukan? Dia berkeluh kesah di PKK, posyandu, pengajian, atau arisan. Dari situ kita langsung bisa memberikan penjelasan-penjelasan dengan metode yang soft,” pungkasnya. (is)

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *