Ratusan Anggota Hadiri Munas Pecinta Perkutut

SEMARANG (Asatu.id) – Ratusan pecinta perkutut lokal dari berbagai daerah berkumpul di kompleks Padepokan Dzikir Al-Hikmah Akbar, Dukuh Mundingan, Gunungpati, Semarang, Minggu (4/2). Mereka datang untuk meramaikan Musyawarah Nasional Paguyuban Pelestari dan Pencinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI).

Acara tersebut berlangsung untuk membahas pemilihan pengurus pusat P4LSI, penyusunan AD/ART, dan pengurus koordinator daerah. Adi Suyono Sekjen P4LSI menjelaskan pendirian paguyuban itu paling utama adalah untuk mengangkat popularitas perkutut lokal yang selama ini tersisihkan, padahal seni memelihara perkutut lokal merupakan warisan budaya leluhur.

“Awalnya, paguyuban ini berawal dari komunitas yang terbentuk di jejaring Facebook dengan nama Misteri Perkutut Lokal,” jelas Adi.

Adi menambahkan, pertama terbentuk komunitas ini hanya memiliki  100-200 anggota, namun setelah lima tahun berjalan sudah ada 40 ribu anggota aktif.

Selain itu, saat ini sudah terbentuk lima koordinator daerah yang meliputi Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan akan terus dikembangkan lagi ke daerah-daerah lainnya.

Ia menjelaskan setidaknya ada tiga kategori perkutut lokal, yakni perkutut lokal alam yang habitatnya asli di alam, lokal ternak yang dibudidayakan oleh peternak, dan perkutut “crossing” atau persilangan perkutut lokal dan bangkok.

Ke depan, kami akan lebih giatkan lomba, jika selama ini lebih sering lomba `gacor-gacoran` atau paling rajin berbunyi, nantinya akan dikembangkan ke seni irama yang berarti tidak sekedar rajin berbunyi, tetapi iramanya juga masuk dalam penilaian. (Kurnia)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *