SS Janji Buat Struktur Pemerintahan Anti Korupsi

SEMARANG (Asatu.id)  – Bakal calon gubernur (bacagub) Jawa Tengah (Jateng) Sudirman Said berjanji akan membuat struktur pemerintahan anti korupsi jika terpilih jadi gubernur. Ia juga akan memperbaiki sistem kartu tani (KT) yang lebih berpihak pada rakyat Jateng.

“Dalam struktur pemerintahan, saya ingin mencegah perilaku korupsi. Ada tiga cara yang bisa dimasuki, pertama melalui struktur tata cara kerja. Kedua people, sumber daya manusia (SDM). Dan ketiga kultur. Jika gubernurnya tidak korupsi dan tidak ngapusi, itu bisa jadi contoh yang baik,” ungkap Sudirman dalam acara Musyawarah Kerja Daerah Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi di Hotel Grasia, Sabtu (3/2).

Sudirman mengatakan, masa pemerintahannya kelak akan menjadi momentum pertaubatan bagi pemerintahan yang korup. Hal itu sudah dilakukannya saat menjabat sebagai Menteri ESDM.

“Jika saya jadi gubernur, saya akan mengatakan jangan korupsi, eling anak cucu, eling hak rakyat. Bayangkan jika itu diungkapkan dan dikerjakan gubernurnya, saya yakin Jateng akan berubah total. Sampun ya, mboten usah diulangi. Ampun ngapusi, ampun korupsi, hal itu akan jadi budaya,” ujar Sudirman.

Menghadapi pertumbuhan ekonomi dunia, kata Sudirman, Indonesia diprediksi akan menjadi negara lima besar dengan perekonomian yang kuat. Momentum itu dilakukan dengan memeprbaiki sumber daya alam dan energi, termasuk pangan dari menata petani.

Menurut Sudirman, kartu tani (KT) yang diselenggarakan di pemerintahan Ganjar Pranowo masih memiliki banyak kekurangan.

“Orang punya kartu namun ada yang tidak memenuhi syarat, seperti lahannya kecil dan masalah lainnya. Saya dapat cerita itu ketika turun ke Purwodadi. Langkah pertama, data lapangan perlu diverifikasi lagi,” ucapnya.

Menurutnya, dari kegagalan sistem data dasar, yakni penyelenggaraan e-KTP yang gagal menjadikan data dasar petani di Jateng tidak valid.

“Dari KTP gagal, Kartu Tani menemukan banyak masalah, maka tidak ada data yang valid. Gimana nanti bentuk perbaikannya, apakah dengan perencanaan yang baru atau model yang lama, kita lihat,” tandasnya. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *