Urus SIM A Umum, Cuma Rp 220 Ribu!

SEMARANG (Asatu.id) – Sesuai ketentuan baru saat ini, yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, Surat Izin Mengemudi (SIM) A Umum harus dimiliki bagi para pengemudi taksi berbasis daring atau online.

Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, sesuai dengan ketentuan aturan dari Korlantas Mabes Polri biaya dalam penerbitan SIM adalah Rp 220 ribu saja.

Pihaknya menjelaskan, tarif SIM terdiri dari biaya penerimaan bukan pajak (PNBP) untuk SIM A, SIM A Umum atau SIM B1 sebesar Rp 120 ribu.

“Lalu ditambah uji klinik pengemudi Rp 50 ribu, tes kesehatan Rp 50 ribu. Uji klinik ini kita lakukan karena relevansinya terhadap keselamatan penumpang. Sehingga total dalam penerbitan SIM selain SIM C adalah Rp 220 ribu,” ujarnya, Sabtu (3/2).

Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek Dinas Perhubungan Jateng Dikki Rullu Perkasa, selain SIM A Umum yang harus dimiliki pengemudi taksi online, Uji Kir kendaraan harus dilakukan.

“Terkait besaran biaya kir itu masing masing kab/kota sudah ada pada retribusi daerahnya. Dan ini sifatnya sudah terbuka. Kalau kita mau lihat pengujian kir Semarang yang di tambakaji itu sudah gedhe tulisannya. Biaya kir hanya Rp 67 ribu,” tukasnya. (is)

 

 

296

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan