Jelang Imlek, Amplop Merah Diburu Para Pembeli

SEMARANG (Asatu.id) – Menjelang Tahun Baru Cina atau Imlek yang jatuh pada 15 Februari mendatang, para pedagang pernak-pernik Imlek mulai berjajaran di Kampung Pecinan, kampung terbesar etnis Tionghoa di Kota Semarang.

Dalam tradisi etnis Tionghoa memberikan amplop merah untuk angpao merupakan sebuah kebiasaan yang mereka lakukan setiap Imlek. Biasanya yang memberi amplop merah adalah mereka yang sudah menikah kemudian, yang menerima meraka yang belum menikah atau lajang.

“Yang paling banyak dicari pembeli saat ini masih amplop merah, karena harganya yang paling murah dan juga saat inikan tahun anjing tanah,” ujar Ie Biengm salah seorang penjual pernak-pernik Imlek di Pecinan, Sabtu (3/2).

Gambar serta motif dari amplop sendiri mengikuti shio tahun ini, seperti adanya gambar anjing poddle, tapi ada juga motif lain seperti Hello Kitty atau motif lucu lainnya Doraemon.

Ie Bing melanjutkan harga amplop untuk angpao sendiri cukup murah, yakni Rp 5.000 per bungkus dengan isi 6 amplop, ada juga yang dijual satuan dengan harga Rp 1.000 rupiah,” imbuhnya.

Biasanya pembeli akan membeli dengan jumlah yang banyak dan untuk grosiran akan saya beri harga potongan harga. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *