Tiga Teleskop Amati ’Super Blue Blood Moon’ di Simpang Lima

SEMARANG (Asatu.id)  – Himpunan Astronomi Amatir Semarang (HAAS) memasang tiga teleskop di Simpang Lima, Semarang, untuk melihat Super Blue Blood Moon atau gerhana bulan total pada Rabu malam (31/1).

Ratusan warga berada di Simpanglima untuk melihat kemunculan puncak gerhana bulan total. Mereka berbondong-bondong untuk mencoba teleskop yang berada di samping barat Simpanglima.
“Puncak gerhana bulan total yang tampak berwarna merah darah akan diperkirakan muncul pada pukul 20.48, jika dilihat dengan mata telanjang bulan akan berwarna merah,” ujar Koordinator HAAS, Dwi Lestari.

Dalam hal ini, ia menuturkan proses dari fase ke fase kemunculan gerhana lewat pengamatan tim HAAS yang bertugas kali ini.

Berikut fase-fasenya mulainya purnama Pukul.18.48 : bulan mulai awal masuk bayangan umbra, 19.40 : bulan masuk ke bayangan umbra, (awal total), 20.48 fase tengah total, 21.27  akhir total gerhana, 22.28 permukaan bulan mulai keluar dari bayangan umbra.

“Ya ini hasil pengamatan kami sejak pagi tadi. Ada 10 anggota yang bertugas sampai sejauh ini,” tambah mahasiswi Fisika Universitas Negeri Semarang ini. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *