Kasmin akan Presentasikan ’Kasmino’ ke Kemenristekdikti

SEMARANG ( Asatu.id)  – Kasmin, seorang pria asal Semarang yang berhasil menciptakan alat berat, akan berangkat ke Jakarta untuk mempresentasikan ‘Kasmino’ di Kemenristekdikti.

Ia berhasil menciptakan ekskavator. Alat berat buatannya bahkan sudah diminati oleh pengusaha di Indonesia dan sudah mulai laku terjual. Diberi nama Kasmino, alat berat buatannya diharapkan mampu bersaing dengan produk luar negeri.

Sejak tahun 2005, ia memilih berhenti bekerja di tempat tersebut dan merintis usaha sendiri. Usaha servis hidrolik industri miliknya mulai jalan, pelanggan pun mulai berdatangan. Hingga pada tahun 2012 ada seorang pengusaha menghubungi dan mencoba pesan sebuah alat peraga.

“Waktu itu ada pengusaha yang tahu saya sering servis alat berat, terus ada yang coba pesan. Itu tahun 2012 untuk alat peraga,” ujar Kasmin di bengkelnya, yang berada di Jalan Nirwanasari Raya Nomor 14C RT 01 RW 01, Kelurahan Tembalang, Kecamatan Tembalang, Senin (29/1) lalu.

Mulai dari situ ia mulai percaya diri untuk menciptakan berbagai macam alat berat dan berharap bisa bersaing dengan produk luar negeri. Namun begitu, ‘Kasmino’ belum seutuhnya memakai bahan dari Indonesia. Beberapa bagian pada alat yang dia buat masih didatangkan dari luar negeri.

“Kalau dari segi kepentingannya, bahan yang saya pakai yang asli Indonesia mungkin hanya 30 persen saja. Yang asli Indonesia itu ragangan (rangka) dan silinder. Kita memang masih tertinggal, motor hidrolik ini yang buat baru Polandia. Kabel ini Italia. Seharusnya sudah ada pengembangan pusat teknologi alat berat, biar tidak impor,” imbuhnya.

Ia memajang sebuah ekskavator mini atau bertipe PC 70. Ekskavator warna oranye di halaman rumah,  di tempanya hanya ia jual dengan harga sekitar Rp 250 juta. Padahal jika beli produk luar negeri dengan tipe yang sama harganya bisa dua kali lipat lebih.

“Tapi ini hanya alat peraga saja, yang sudah dipakai itu di Demak. Waktu itu saya membuat itu pesanan untuk ngeruk tambak atau buat memperdalam tambak, kalau harga bisa setengahnya dari produk luar negeri dengan tipe yang sama,” tutur kasmin .

Kasmin juga mengatakan, untuk membuat alat seberat kurang lebih 500 kilogram itu, ia mengerjakannya dalam waktu 1 sampai 2 bulan. Dibantu oleh empat orang asisten, mereka mengerjakannya secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sementara, nama ‘Kasmino’ sendiri ia ambil dari namanya sendiri dengan menambah huruf ‘o’ di belakangnya. diharapkan agar masyarakat lebih mudah mengingat merk yang ia buat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga pernah membeli satu alat berat hasil karyanya melalui Balitbang Jateng.

Kasmin juga mengaku pernah melayangkan surat kepada Persiden Republik Indonesia Jokowi. Surat yang dikirim pada 15 Juli 2016 itu berisi permintaan dukungan produksi alat berat buatannya. Bahkan surat terabut juga mendapatkan balasan dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Dalam surat balasan itu, Kasmin diminta untuk menghubungi Kementrian Perindustrian Republik Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Kasmin kemudian menghubungi pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pernah mengikuti pameran di PRPP, Semarang. Ia berharap alat buatannya itu bisa mengikuti program inkubator agar semakin berkembang. (is)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *